Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 25/10/2015 KRAKSAAN – Jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Probolinggo terus bertambah...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 25/10/2015
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Ari Suciati membenarkan hal tersebut. “Sejak ditemukan penyakit ini pada tahun 2000 hingga sekarang sudah berjumlah 1.002 orang penderita,” katanya.
Menurutnya, dari jumlah tersebut, tercatat ada 313 penderita yang telah meninggal dunia. Sementara 689 penderita lainnya masih hidup. Sedangkan untuk tahun 2015 ini hingga Juli, Dinkes mencatat ada 117 penderita. Dari jumlah tersebut, 34 orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan yang masih hidup tercatat ada 83 penderita.
Dibandingkan tahun 2014 ODHA berjumlah 240 orang, 48 diantaranya telah meninggal dunia dan 182 orang masih hidup. “Tahun ini bisa saja bertambah, karena 117 ODHA itu data terakhir kami bulan Juli lalu. Sedangkan yang terbaru masih dalam proses update,” tegasnya.
Ari menerangkan dengan bertambahnya jumlah ODHA itu bukan berarti bertambah buruk. Justru kalau jumlahnya sedikit, bisa jadi masyarakat tidak mau memeriksakan ke puskesmas setempat. “Jumlah bertambah bukan berarti buruk. Semakin masyarakat terbuka, tentu memudahkan kami untuk menangani penyakit ini,” jelasnya.
Ari menambahkan dari data yang ada, usia ODHA ini beragam. Seperti usia dari 0-5 tahun atau balita berjumlah 35 orang. Usia 6 sampai 14 tahun ada 2 orang. Kemudian usia 15 sampai 20 tahun berjumlah 33 orang.
Dan yang terbanyak adalah usia produktif. Yakni, dari usia 21 tahun sampai 44 tahun, jumlahnya 740 penderita. Sedangkan untuk penderita di atas 45 tahun, jumlahnya 193 orang. “Yang menjadi perhatian kami yakni kalangan usia 21 tahun hingga 44 tahun ini. Karena jumlah terbanyak di usia itu. Karena itu, kami akan lebih mengintensifkan sosialisasi tentang penyakit ini,” tambahnya.
Yang lebih memprihatinkan, dari seluruh jumlah penderita HIV/AIDS yang terbanyak berasal dari kalangan ibu rumah hingga mencapai 214 orang. Disusul dari wiraswasta sejumlah 129 penderita.
Lalu dari golongan petani dan peternak berada di posisi ketiga sebanyak 121 orang. Disusul karyawan 100 penderita dan Pekerja Seks Komersial (PSK) ada 74 penderita. Kemudian sopir 37 orang dan buruh kasar 107 orang. “Kenapa ibu rumah tangga yang terbanyak? Ini banyak faktornya, salah satunya karena tertular dari pasangannya,” ujarnya.
Sementara dilihat dari letak geografisnya, dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo terbanyak berasal dari Kecamatan Paiton mencapai 123 orang. Disusul Kecamatan Kraksaan 98 orang dan tertinggi ketiga Kecamatan Besuk 80 orang. Sisanya tersebar di kecamatan lainnya. “Dilihat dari persentasenya, laki-laki 43 persen dan 56 persen adalah perempuan,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi jumlah yang terus bertambah, Dinkes sendiri tidak diam. Berbagai macam upaya sudah dilaksanakan. Dari penyediaan fasilitas khusus di RSUD Waluyo Jati Kraksaan hingga berbagai sosialisasi dilakukan agar masyarakat terhindari dari penyakit tersebut. (maz/abh)


COMMENTS