Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 26/09/2015 KRAKSAAN - Kematian ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo bukan hanya menjadi tanggung jawab ...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 26/09/2015
KRAKSAAN - Kematian ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo. Namun, juga menjadi tanggung jawab sejumlah kalangan. Karena itu, Dinkes memberikan pembekalan tentang Gerakan Bersama Sehatkan Ibu dan Selamatkan Anak (Gemasiba) yang melibatkan tiga pilar yang meliputi kepala desa, Babinsa dan Babinkamtibmas. Dengan melibatkan tiga pilar ini, diharapkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Probolinggo menurun.
Pembekalan ini dilaksanakan di semua desa di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Penekanannya, yaitu mensinergikan peran tiga pilar dengan dokter, bidan dan perawat di desa untuk mensosialisasikan kesehatan ibu dan bayi.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan, tiga pilar desa tersebut berperan sebagai ujung tombak dalam menggerakkan dan mendorong masyarakat di desa untuk hidup sehat. “Mereka akan bersinergi dengan bidan dan perawat. Harapannya, program Dinkes lebih optimal,” ujarnya.
Sinergi tidak hanya dari sisi program kesehatan, namun juga mensinergikan anggaran. Salah satunya, program Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (KBM), posyandu yang melayani ibu hamil dan balita. “Sehingga, harapannya program tersebut bisa tepat sasaran. Yakni dari masyarakat untuk masyarakat,” jelasnya.
Dengan Gemasiba menurut Shodiq, harapannya bisa meningkatkan IPM Kabupaten Probolinggo serta meningkatkan umur harapan hidup, mengoptimalkan peran posyandu, menggerakkan dan memonitor para ibu hamil untuk memeriksakan kesehatannya di bidan dan perawat di masing-masing desa. (wan/abh)


COMMENTS