Penulis Wawan Bromo FM Senin 07/09/2015 SUKAPURA – Menjadi guru Taman Kanak-kanak (TK) merupakan tugas sangat menyenangkan. Setiap ...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 07/09/2015
SUKAPURA – Menjadi guru Taman Kanak-kanak (TK) merupakan tugas sangat menyenangkan. Setiap hari bisa bersenda gurau dengan tingkah pola anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Juga melatih kesabaran dalam menghadapi tingkah pola anak yang aktif. Bisa bermain layaknya anak-anak usia dini dengan bebas, bisa bercengkerama dengan anak-anak yang polos dan bisa menjadi teman bermain bagi mereka.
Itulah di antara suka-duka yang dialami guru TK Kemala Bhayangkari 17 Sukapura Nunuk Pudjiati. “Tentunya masih banyak suka dan senangnya. Selalu happy dan ceria bila bersama mereka,” ungkap alumnus Universitas Kanjuruhan Malang ini.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 24 September 1976 ini mengaku, kunci sukses menjadi guru adalah ikhlas dalam mendidik anak agar mendapat ridho-Nya juga tak pernah putus dalam menimba ilmu.
“Pada dasarnya, anak didik kita adalah anak yang pandai di bidangnya masing-masing. Tidak ada anak bodoh di dunia ini, kecuali kita sebagai guru tidak mengenali karakter dan bakat anak didik kita sendiri. Ayo kita gali potensi yang ada pada setiap anak didik kita dengan niatan tulus ikhlas,” jelas guru yang hobi menari ini.
Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan almarhum Pudjiono dan Astutik menerangkan, motivasi menjadi guru TK adalah ingin mengembangkan dan menumbuhkan potensi anak didik. Tentu saja melalui pendidikan yang sesuai dengan usia perkembangan anak serta memberi andil dalam membentuk pondasi dasar yang kuat melalui Iptek dan Imtaq.
“Meskipun pondasi sesungguhnya pada anak adalah dari lingkungan terdekat anak. Tentunya masih banyak motivasi lainnya yang membuat kami semakin semangat dalam mendidik anak-anak kami di TK. Seperti pemberian tunjangan maupun insentif bagi guru PNS maupun GTT. Itu merupakan motivasi dari pemerintah agar kami selalu bisa mengembangkan diri,” terangnya.
Guru yang pernah bertugas di TK Negeri Pembina Sukapura ini memiliki banyak penghargaan. Mulai dari guru prestasi tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2007 dan 2012, inovasi pembelajaran tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2013 dan lomba Karya Tulis Ilmiah ( PTK ) tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2015.
“Kesan yang paling mendalam adalah di mana kita bisa mengantar anak didik menjadi anak didik yang sukses di bidangnya dan mereka menjadi anak yang sholeh juga sholeha, berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsanya. Amin,” pungkasnya. (wan/abh)
Itulah di antara suka-duka yang dialami guru TK Kemala Bhayangkari 17 Sukapura Nunuk Pudjiati. “Tentunya masih banyak suka dan senangnya. Selalu happy dan ceria bila bersama mereka,” ungkap alumnus Universitas Kanjuruhan Malang ini.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 24 September 1976 ini mengaku, kunci sukses menjadi guru adalah ikhlas dalam mendidik anak agar mendapat ridho-Nya juga tak pernah putus dalam menimba ilmu.
“Pada dasarnya, anak didik kita adalah anak yang pandai di bidangnya masing-masing. Tidak ada anak bodoh di dunia ini, kecuali kita sebagai guru tidak mengenali karakter dan bakat anak didik kita sendiri. Ayo kita gali potensi yang ada pada setiap anak didik kita dengan niatan tulus ikhlas,” jelas guru yang hobi menari ini.
Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan almarhum Pudjiono dan Astutik menerangkan, motivasi menjadi guru TK adalah ingin mengembangkan dan menumbuhkan potensi anak didik. Tentu saja melalui pendidikan yang sesuai dengan usia perkembangan anak serta memberi andil dalam membentuk pondasi dasar yang kuat melalui Iptek dan Imtaq.
“Meskipun pondasi sesungguhnya pada anak adalah dari lingkungan terdekat anak. Tentunya masih banyak motivasi lainnya yang membuat kami semakin semangat dalam mendidik anak-anak kami di TK. Seperti pemberian tunjangan maupun insentif bagi guru PNS maupun GTT. Itu merupakan motivasi dari pemerintah agar kami selalu bisa mengembangkan diri,” terangnya.
Guru yang pernah bertugas di TK Negeri Pembina Sukapura ini memiliki banyak penghargaan. Mulai dari guru prestasi tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2007 dan 2012, inovasi pembelajaran tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2013 dan lomba Karya Tulis Ilmiah ( PTK ) tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2015.
“Kesan yang paling mendalam adalah di mana kita bisa mengantar anak didik menjadi anak didik yang sukses di bidangnya dan mereka menjadi anak yang sholeh juga sholeha, berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsanya. Amin,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS