Penulis Dimaz Bromo FM Selasa 29/09/2015 KRAKSAAN – Duka masih menyelimuti keluarga jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo, seiring d...
Penulis Dimaz Bromo FM
Selasa 29/09/2015
KRAKSAAN – Duka masih menyelimuti keluarga jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo, seiring dengan terus bertambahnya jamaah haji yang meninggal dalam tragedi Mina, Kamis (24/9) lalu. Berdasar rilis terbaru Kementerian Agama (Kemenag) RI pada Senin (28/9) pagi, jamaah haji Indonesia yang meninggal dalam tragedi Mina berjumlah 41 orang. Dan 7 di antaranya berasal dari Probolinggo. Sebelumnya, jamaah haji asal Probolinggo yang meninggal dalam tragedi Mina disebutkan ada empat orang. Yaitu Nero Sahi asal Kotaanyar, Hamid Atwi asal Sumberasih, Ali Wafa Abdul Halim asal Banyuanyar dan Abdul Karim asal Kebonsari Wetan Kota Probolinggo.
Tapi dalam perkembangan proses identifikasi yang dilakukan pemerintah Arab Saudi, didapati lagi jamaah haji asal Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam tragedi Mina. Dan sampai Senin, ada empat orang lagi asal Kabupaten Probolinggo yang menjadi korban meninggal di Mina.
Tiga korban meninggal yang baru dirilis adalah Tasmudji Agung Seputro (57) asal Desa Tambakrejo Kecamatan Tongas, Muzayyana dan Yusriani yang sama-sama berasal dari Desa Liprak Kulon Kecamatan Banyuanyar.
Selain korban meninggal dunia, masih ada 82 jamaah haji asal Indonesia yang tercatat belum kembali ke maktab. Dari jumlah itu, 14 di antaranya adalah jamaah haji asal Probolinggo. Mereka dinyatakan belum kembali ke maktab sejak setelah tragedi Mina.
Untuk memperlancar pencarian korban di Arab Saudi, Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo telah membuka posko pengaduan. Selain untuk mempermudah pencarian korban, posko ini untuk menampung laporan keluarga jamaah haji yang menjadi korban tragedi Mina, termasuk yang hingga kini masih hilang kontak.
Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Atok Illah mengatakan, almarhum Ali Wafa Abdul Halim berangkat ke tanah suci dengan dua istrinya, yakni Muzayyana (istri pertama) dan Samsiyah (istri kedua).
Berdasar data terbaru Kemenag RI, Ali Wafa Abdul Halim dan Muzayyana dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan Samsiyah masih dinyatakan hilang. “Jadi dari data terbaru, di Kabupaten Probolinggo jumlah korban akibat tragedi Mina ada 7 orang atau ada tambahan tiga orang dari jumlah yang kemarin,” katanya.
Atok Illah menambahkan, pihaknya terus memantau keadaan jamaah haji asal Probolinggo. Kemenag Kabupaten Probolinggo menurutnya terus berkomunikasi dengan petugas yang ada di Makkah, Arab Saudi. Termasuk mencari 14 jamaah haji yang berasal dari kloter 48 yang hilang kontak usai insiden Mina.
“Setiap waktu kami terus memantau saudara kita yang ada di sana. Mudah-mudahan ini jumlah terakhir dan tidak tambah lagi,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS