Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 13/09/2015 PAJARAKAN - Keluhan petani garam di Kabupaten Probolinggo soal rendahnya harga jual tiap pan...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 13/09/2015
Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kasi Pengelolaan Pesisir Laut dan Kepulauan Yasykur mengatakan untuk menjamin kepastian harga jual, memang perlu adanya koperasi. Hal itu merupakan solusi untuk mengamankan harga garam lokal Kabupaten Probolinggo.
“Harapannya memang seperti itu, jadi setidaknya dengan adanya koperasi yang dikelola oleh para petani garam nantinya sudah bisa mengamankan harga jual garam,” ungkapnya.
Saat ini banyak petani garam yang mendirikan koperasi untuk menstabilkan harga jual garam. Koperasi yang dikelola petani garam tersebar di Desa Pajurangan Kecamatan Gending, Desa Kebonagung dan Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan, Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan dan Desa Randutatah Kecanmatan Paiton.
Namun koperasi yang ditanganinya tersebut tidak seperti koperasi yang sudah profesional. Sehingga sampai sekarang, koperasi tersebut belum bisa mengendalikan harga sepenuhnya.
“Oleh karena itu, beberapa waktu lalu kami harapkan mereka juga lebih aktif soal ini, setidaknya kalau koperasi itu sudah punya langganan atau pabrik, pasti yang untung bukan kami, tapi kembali pada petani,” jelasnya.
Hingga pertengahan Agustus kemarin, produksi garam di Kabupaten Probolinggo yang berasal dari enam kecamatan masih mencapai 5.200 ton. “Sampai pertengahan Agustus jumlahnya sekian, dengan kisaran harga Rp 400 ribu hingga Rp 425 ribu per ton,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS