Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 05/09/2015 KRAKSAAN – Sistem pendidikan yang diterapkan di SMP Bilingual Boarding School (BBS) HATI Kr...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 05/09/2015
KRAKSAAN – Sistem pendidikan yang diterapkan di SMP Bilingual Boarding School (BBS) HATI Kraksaan memiliki keistimewaan. SMP ini menghadirkan metode pembelajaran Interaktif, Inspiratif, Menyenangkan, Motifasi dan Menantang (I2M3).
“Belum semua lembaga menerapkan metode I2M3. Model pembelajaran seperti itu yang diajukan oleh pemerintah pusat. Untuk itu, SMP BBS HATI akan menyuguhkan pendidikan dengan metode yang belum diterapkan oleh lembaga pendidikan yang lain,” ujar Kepala SMP BBS HATI Fathur Rozi.
Menurut Fathur Rozi, sistem pendidikan SMP BBS HATI tidak hanya guru masuk kelas dan mengajar seperti umumnya. Tetapi guru dituntut bisa menyuguhkan model pembelajaran I2M3. “Alhamdulillah, dengan guru yang kita miliki saat ini, Insya Allah metode pembelajaran seperti itu dapat diterapkan,” jelasnya.
Sesuai dengan nama lembaga tersebut SMP Bilingual Boarding School, pihaknya menggunakan dua bahasa pengantar. Yakni bahasa nasional dan internasional. Seluruh siswa sengaja disiapkan untuk menguasai bahasa internasional, utamanya bahasa Inggris. Akan tetapi, tidak menghapus bahasa nasional, yakni Bahasa Indonesia.
“Kami sengaja menggunakan strategi pembelajaran dengan dua bahasa. Melalui bahasa nasional, nantinya dapat menjadikan siswa tersebut memiliki rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia ini. Jadi akan tetap menanamkan rasa nasionalisme pada siswa,” tambahnya.
Fathur Rozi menjelaskan, sementara ini pada angkatan pertama ada 40 siswa yang berasal dari 24 kecamatan. Seluruh siswa yang bermukim di asrama pesantren HATI itu juga mendapatkan pendidikan keagamaan, Al-Qur'an dan ekstrakurikuler. Mereka dibimbing ustadz penghafal Qur'an.
Terkait dengan fasilitas yang dimiliki SMP BBS HATI, Fathur Rozi menambahkan fasilitas asrama yang dimiliki sekelas dengan hotel. Fasilitas pembelajarannya pun dengan kualitas bagus. Salah satunya, meja kursi yang digunakan siswa bukan dari kayu, tetapi lantai ruang kelas dengan beralas karpet dan ber-AC.
“Gedungnya pun terbilang menarik. Yakni gedung yang dibuat lima lantai itu bukannya tanpa maksud. Lima mencerminkan sholat wajib lima waktu. Tak hanya itu, lembaga pendidikan tersebut juga terdiri dari 99 ruangan yang terinspirasi oleh nama-nama Asmaul Husna,” tukasnya. (maz/abh)
“Belum semua lembaga menerapkan metode I2M3. Model pembelajaran seperti itu yang diajukan oleh pemerintah pusat. Untuk itu, SMP BBS HATI akan menyuguhkan pendidikan dengan metode yang belum diterapkan oleh lembaga pendidikan yang lain,” ujar Kepala SMP BBS HATI Fathur Rozi.
Menurut Fathur Rozi, sistem pendidikan SMP BBS HATI tidak hanya guru masuk kelas dan mengajar seperti umumnya. Tetapi guru dituntut bisa menyuguhkan model pembelajaran I2M3. “Alhamdulillah, dengan guru yang kita miliki saat ini, Insya Allah metode pembelajaran seperti itu dapat diterapkan,” jelasnya.
Sesuai dengan nama lembaga tersebut SMP Bilingual Boarding School, pihaknya menggunakan dua bahasa pengantar. Yakni bahasa nasional dan internasional. Seluruh siswa sengaja disiapkan untuk menguasai bahasa internasional, utamanya bahasa Inggris. Akan tetapi, tidak menghapus bahasa nasional, yakni Bahasa Indonesia.
“Kami sengaja menggunakan strategi pembelajaran dengan dua bahasa. Melalui bahasa nasional, nantinya dapat menjadikan siswa tersebut memiliki rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia ini. Jadi akan tetap menanamkan rasa nasionalisme pada siswa,” tambahnya.
Fathur Rozi menjelaskan, sementara ini pada angkatan pertama ada 40 siswa yang berasal dari 24 kecamatan. Seluruh siswa yang bermukim di asrama pesantren HATI itu juga mendapatkan pendidikan keagamaan, Al-Qur'an dan ekstrakurikuler. Mereka dibimbing ustadz penghafal Qur'an.
Terkait dengan fasilitas yang dimiliki SMP BBS HATI, Fathur Rozi menambahkan fasilitas asrama yang dimiliki sekelas dengan hotel. Fasilitas pembelajarannya pun dengan kualitas bagus. Salah satunya, meja kursi yang digunakan siswa bukan dari kayu, tetapi lantai ruang kelas dengan beralas karpet dan ber-AC.
“Gedungnya pun terbilang menarik. Yakni gedung yang dibuat lima lantai itu bukannya tanpa maksud. Lima mencerminkan sholat wajib lima waktu. Tak hanya itu, lembaga pendidikan tersebut juga terdiri dari 99 ruangan yang terinspirasi oleh nama-nama Asmaul Husna,” tukasnya. (maz/abh)



COMMENTS