Penulis Dimaz Bromo FM Senin 14/09/2015 KRUCIL – Gara-gara stok rumput gajah saat kemarau mulai menipis, produksi susu sapi perah di ...
Penulis Dimaz Bromo FM
Senin 14/09/2015
Samsul (40), salah satu peternak sapi di Desa Bremi Kecamatan Krucil mengatakan dalam musim kemarau peternak kesulitan memperoleh rumput. Sehingga hasil susu yang diperoleh tidak maksimal seperti musim penghujan.
“Persediaan rumput gajah milik peternak diperkirakan tinggal kurang sebulan. Sebagian besar lahan milik peternak mengalami kekeringan dan mati sehingga rumput gajah mati karena tidak terairi air,” katanya.
Terbatasnya rumput segar bagi pakan ternaknya sangat mengganggu produksi susu hasil ternaknya. Produksi susu hasil ternaknya berkurang cukup berkurang. Dalam satu ekor sapi peliharaannya sekali perah mampu menghasilkan 6-7 liter .
“Dengan dua kali perah, dalam seharinya bisa menghasilkan 12-14 liter. Kini, karena sulitnya mendapatkan rumput segar, susu yang dihasilkannya dalam sehari hanya 6-8 liter saja,” jelasnya.
Berbagai upaya untuk mengganti pakan alternatif telah dilakukan para peternak. Salah satunya dengan memberikan tanaman jagung yang baru dipanen. Para peternak telah memberikan pakan konsentrat dan silase (rumput kering). Namun pakan alternatif masih belum mampu mendongkrak hasil produksi untuk tetap bertahan.
“Tetap aja belum normal, masih berkurang setengahnya. Kami telah berusaha mempertahankan hasil produksi susu, tetapi upaya kami masih belum membuahkan hasil optimal,” tuturnya.
Senada disampaikan peternak susu sapi lainnya, Khoirudin (45). Ia mengatakan susu yang dihasilkan setiap hari secara rutin oleh sapinya sudah pasti terjual. Di daerah Krucil penampungan susu dari petani sudah dilakukan pembelian oleh koperasi.
“Dalam per liter susu, koperasi mengambilnya dengan harga Rp 5 ribu. Nilainya turun karena hasil pemerahan tidak begitu banyak,” terangnya.
Jika kondisi tersebut terus terjadi, tentu akan sangat mengganggu pendapatan peternak. “Tidak menutup kemungkinan hasil produksi susu dari peternak akan menukik tajam seiring musim penghujan tidak kunjung datang. Musim kemarau ini menyulitkan peternak memperoleh rumput segar,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS