Penulis Dimaz Bromo FM Jumat 18/09/2015 SUMBERASIH - Sebuah perahu dengan panjang 13 meter dan lebar 4 meter milik nelayan di Pelabuh...
Penulis Dimaz Bromo FM
Jumat 18/09/2015
SUMBERASIH - Sebuah perahu dengan panjang 13 meter dan lebar 4 meter milik nelayan di Pelabuhan Mayangan Kota Probolinggo yang memuat ratusan semen ke Gili Ketapang karam setelah dihempas angin yang begitu kencang dan terdampar di perairan selat Madura, Jum’at (18/9).Selain dihempas angin, penyebab perahu tersebut karam lantaran berlebihan beban. Pasalnya, perahu yang berisi 5 orang itu membawa beban semen sebanyak 200 sak dari Pelabuhan Mayangan menuju ke Pulau Gili Ketapang Probolinggo.
Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, hanya beberapa orang yang ada di dalam perahu sempat terkulai lemas akibat berusaha berenang ke bibir pantai setelah perahu yang ditumpangi nyaris terbalik.
“Anginnya kencang, untung kami belum berada di tengah laut. Kalau posisi kami berada di tengah laut, mungkin kami sudah meninggal,” ujar Hasim (50), warga Pulau Gili Ketapang, salah satu yang berada di perahu tersebut.
Dikatakan Hasim, selain angin kencang, perahu yang ditumpanginya setirnya bermasalah saat menahan arus angin yang membawa perahunya ke arah lain. Dirinya dan temannya yang lain tidak mampu mengendalikan hembusan angin hingga harus dipaksakan dan berakibat kerusakan pada setir perahu.
“Kami paksakan untuk terus menuju ke Gili, karena di perahu ini bebannya sangat berat. Kami kewalahan saat setir rusak, dihempas angin dan susah mengendalikan beban berat yang berisi semen 200 sak,” imbuhnya.
Dari peristiwa ini, Hasim dan penumpang yang lain mengaku trauma. Apalagi dia membawa beban berat dengan menggunakan perahu yang bukan selayaknya untuk dibawa menyeberang lautan. (maz/abh)


COMMENTS