Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 05/09/2015 KRAKSAAN - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Probolinggo terus berupaya menekan angka kasus demam...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 05/09/2015
KRAKSAAN - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Probolinggo terus berupaya menekan angka kasus demam berdarah (DB), meski memasuki musim kemarau. Sebab, saaat dua bulan awal tahun 2015 dikejutkan angka kasus DB yang tinggi hingga mencapai 307 kasus. Alhasil, angka kasus DB terus mengalami penurunan. Selama dua bulan terakhir ini, kasus DB terus mengalami penurunan. ”Alhamdulillah, di Kabupaten Probolinggo kasus demam berdarah sudah mulai berangsur menurun,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kabid P2PL dr Ari Suciati.
Ari mengungkapkan, kasus DB di tahun ini tergolong tinggi. Terbukti, hingga pertengahan tahun 2015 sudah mencapai 425 kasus DB. Bahkan, tergolong tertinggi sejak lima tahun terakhir. Sebab, sejak tahun 2011 lalu kasus tertinggi hanya sampai 216 kasus, itu terjadi pada tahun 2014. ”Semoga saja, kasus demam berdarah ini dapat terus ditekan,” harapnya.
Lebih lanjut Ari menjelaskan, menurunnya kasus DB mulai bulan April, Mei, Juni sampai Juli akibat beberapa faktor. Mulai dari upaya pencanangan menggalakkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa sampai masyarakat langsung. Selain itu, faktor cuaca pun juga berpengaruh. Pasalnya, sejak beberapa bulan terkhir, intensitas hujan sudah sangat kecil. ”Musim kemarau itu seharusnya sudah bebas dari kasus demam berdarah,” tuturnya.
Selain itu dikatakan Ari, faktor lain telah terbentuk pokjanal (kelompok kerja operasional) di 22 kecamatan dan desa. Kecuali Kecamatan Sumber dan Sukapura yang bebas dari kasus DB. Itu sesuai dengan surat keputusan (SK) Gubernur untuk membentuk pokjanal di tingkat kecamatan dan desa.Ditambah terbentuknya Jumantik (juru pemantau jentik) di tiap desa idealnya ada 20 kades. Jadi, mereka yang turun langsung ke masyarakat untuk memantau jentik-jentik nyamuk.
“Sehingga bisa diambil tindakan lebih cepat saat ditemukan jentik jamuk. Selama terjadi kasus DB, kami terus melakukan fogging dan membasmi jentik-jentik nyamuk. Termasuk saat musim kemarau ini, kami terus lakukan kegiatan itu,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS