Penulis Wawan Bromo FM Minggu 06/09/2015 LECES - PDAM Kabupaten Probolinggo harus merogoh kocek ratusan juta setiap tahunnya untuk be...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 06/09/2015
LECES - PDAM Kabupaten Probolinggo harus merogoh kocek ratusan juta setiap tahunnya untuk beban listrik yang dibayarkan. Yakni sekitar Rp 600 juta. Beban itu untuk biaya listrik dari beroperasinya instalasi air di seluruh wilayah kabupaten. Kini, PDAM berupaya agar bisa meminimalisasi pengeluaran tersebut.Hal itu disampaikan Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Bambang. “Kita terus terbebani biaya listrik ratusan juta setiap tahunnya. Karena itu, kita terus berupaya memangkas beban tersebut,” katanya.
Baru-baru ini, PDAM mendapatkan kucuran anggaran Rp 30 miliar untuk merubah sistem penyedotan air yang akan didistribusikan pada masyarakat. Jika sebelumnya menggunakan sistem pompa, dengan alokasi anggaran miliaran rupiah tersebut maka sistem diubah ke gravitasi.
Dengan sistem tersebut, tidak hanya meningkatkan debit air untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih ke warga, namun juga bisa menekan beban listrik sampai 50 persen. “Dengan alat itu, beban listrik bisa ditekan. Kami bisa berhemat Rp 300 juta atau setengahnya,” jelasnya.
Namun begitu, pihaknya belum memutuskan akan digunakan kemana efisiensi dari beban listrik tersebut. “Kita belum putuskan itu, tapi kemungkinan untuk meningkatkan cakupan layanan masyarakat. Sebab, di Kabupaten Probolinggo masih terdapat 40 desa dari 11 kecamatan yang dilanda kekeringan,” terangnya.
Selain itu, dana efisiensi itu menurut Bambang kemungkinan juga akan digunakan untuk merevitalisasi pipa-pipa PDAM yang banyak dirusak oleh oknum. Diketahui, sejumlah pipa penyalur air di Kabupaten Probolinggo banyak yang tidak berfungsi. Alhasil, upaya mengalirkan air ke sejumlah lokasi sulit juga terkendala.
“Banyak perpipaan kita yang rusak, bukan karena kami enggan mengalirkan air ke daerah-daerah kering. Karena PDAM tidak sekedar profit oriented, tapi juga sosial. Apalagi untuk masyarakat sendiri. Yang terjadi, pipa-pipa tersebut rusak, misalnya bocor,” katanya.
Bambang berharap, efisiensi dari beban listrik yang ditekan setiap tahunnya bisa berdampak pada pelayanan masyarakat. “Kalau bisa ditekan biaya yang lain kan bisa bermanfaat untuk bidang yang lain. Itu yang kami lakukan saat ini,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS