Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 20/09/2015 KRAKSAAN - Menyusul kekeringan yang melanda 40 desa di 11 Kecamatan di Kabupaten Probolingo,...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 20/09/2015
KRAKSAAN - Menyusul kekeringan yang melanda 40 desa di 11 Kecamatan di Kabupaten Probolingo, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Probolinggo sampai kini masih melakukan pendistribusian air bersih. Untuk memasok air bersih ke desa-desa tersebut, BPBD menyebut saat ini anggarannya masih cukup. Dengan catatan, November mendatang sudah turun hujan. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi. BPBD masih terus melakukan droping air bersih sampai Oktober mendatang dengan anggaran Rp 360 juta.
Diketahui, kekeringan tahun ini diperkirakan lebih lama dibanding tahun lalu. Ini karena dampak El Nino. Menurut Dwijoko, El Nino adalah peningkatan kelembaban udara di Samudera Pacifik. Dampaknya, yang juga dirasakan di Probolinggo, tingkat panasnya tinggi dan menyebabkan penyerapan airnya bertambah.
Biasanya, Jawa Timur dan khususnya Probolinggo, musim kemarau dimulai pada Juni dan tiba musim penghujan pada September. “Kalau tahun ini musim kemarau nambah dua bulan. Hujannya pada bulan November. Itu perkiraan. Makanya, droping air ini akan dilakukan hingga Oktober mendatang,” jelasnya.
Dwijoko mengaku dana untuk droping air ini menggunakan Dana Tak Terduga atau Dana TT sebesar Rp 360 juta. “Kami menggunakan dana TT senilai Rp 360 juta dan sudah bisa digunakan,” ujarnya.
Anggaran itu diperkirakan cukup, hingga musim hujan tiba. “Saya rasa untuk dana distribusi air ke desa tidak akan kurang, karena kami mengajukan dana itu sesuai dengan penghitungan,” terangnya.
Namun, dana tersebut bisa saja kurang jika November mendatang, musim hujan belum tiba. Jika itu terjadi, salah satu solusinya BPBD Kabupaten Probolinggo akan mengajukan dana ke BPBD Provinsi Jatim. “Tapi itu menunggu dari petunjuk Bupati. Kalau beliau mengatakan tidak usah mengajukan ke luar, berarti nanti akan mengajukan dana TT lagi,” terangnya.
Seperti diketahui, dibanding tahun lalu, sebaran daerah yang mengalami bencana kekeringan tahun ini berkurang. Pada 2014, ada 43 desa di Kabupaten Probolinggo yang mengalami kekeringan. Sedangkan tahun ini berkurang, jadi 40 desa. Tiga desa yang kini sudah tidak mengalami kekeringan itu menurut Dwijoko, sudah mendapat proyek pengadaan air bersih. (maz/abh)


COMMENTS