Penulis Wawan Bromo FM Kamis 03/08/2015 PAJARAKAN - Sejak beberapa minggu lalu, Pasar Pajarakan di Kecamatan Pajarakan mulai direhab....
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 03/08/2015
Proses renovasi di Pasar Pajarakan ini dimulai dengan pembersihan. Kemudian proses tersebut dilanjutkan dengan pengurukan tanah di halaman pasar. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pembangunan fisik pasar.
Karena adanya pembangunan tersebut, sedikitnya 28 pedagang yang menempati bedak atau kios pasar, sementara ini pindah ke bagian belakang pasar. Mereka menggunakan lapak sementara di belakang pasar. Kondisi ini tentu akan terus berlanjut sampai perbaikan pasar rampung dilaksanakan. Atau paling tidak baru bisa menempati pasar tersebut awal tahun depan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan, Pasar Pajarakan direnovasi lantaran saat musim hujan tergenang air. Salah satu penyebabnya adalah permukaan tanah di halaman pasar itu lebih rendah dari permukaan jalan.
“Dalam perbaikan ini, tanah pasar akan dinaikan. Kemudian diratakan dengan tinggi permukaan jalan. Jadi, kalau ada hujan, airnya sudah tidak masuk ke pasar lagi,” katanya.
Selain meninggikan permukaan halaman pasar, dalam renovasi tersebut akan dibangun saluran air atau drainase. Air dialirkan dari jalan ke sungai Pajarakan yang berada di sebelah timur pasar. “Kalau sudah ditinggikan, yang tak kalah pentingnya adalah pembuatan saluran air,” ungkapnya.
Soal dana untuk renovasi jelas Sidik, mencapai Rp 1 miliar. Dana itu berasal dari Dana Bantuan Keuangan Provinsi Jatim. Diperkirakan, renovasi tersebut akan selesai pada November mendatang.
Perbaikan pasar tradisional di Pajarakan ini bersamaang dengan perbaikan di pasar lainnya. Total anggaran untuk perbaikan pasar-pasar tradisional itu mencapai Rp 7,08 miliar. Dana tersebut berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur . Rinciannya, DAU sebesar Rp 1,7 miliar, dan BK Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 5,38 miliar.
Sidik mengatakan bahwa rehabilitasi pasar-pasar tradisional ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Pasalnya, bangunan pasar dibuat dengan bermotif atau bercorak Madura-Jawa Timuran.
“Ciri pasar tradisional itu adalah becek dan bau. Rehabilitasi pasar tradisional ini dilakukan demi menciptakan pasar tradisional berbasis modern. Intinya kami ingin memberikan kenyamanan dan kepastian usaha serta menciptakan pasar tradisional yang bersih dan sehat,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS