Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 19/09/2015 KRAKSAAN – Aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura ada siklusnya. Hampir setiap...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 19/09/2015
Sebagai wujud kewaspadaan dan antisipasinya, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Probolinggo mengajukan alat pendeteksi visual aktivitas Gunung Bromo, berupa CCTV (Closed Circuit Television). Pengajuan itu disampaikan BPBD Kabupaten Probolinggo kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, tugas BPBD tidak hanya saat terjadi bencana. Tapi juga mengantisipasi segala macam bencana yang mungkin terjadi. Termasuk erupsi Gunung Bromo.
Aktivitas vulkanik Gunung Bromo tahun ini memang patut diwaspadai. Sebab, bila mengikuti siklus erupsi lima tahunan Gunung Bromo, maka tahun ini dikhawatirkan terjadi erupsi. “Kalau misalnya tidak terjadi, ya Alhamdulillah. Yang menjadi masalah justru kalau terjadi letusan dan kami tidak siap,” ujarnya.
Selain mempersiapkan data dan sistem monitoring, BPBD merasa perlu mempersiapkan segala antisipasi lainnya. Termasuk mempersiapkan relawan di masing-masing desa yang berada di sekitar Gunung Bromo. Meliputi Kecamatan Sukapura, Sumber, Lumbang, Wonomerto dan Kuripan.
Selain itu, yang tak kalah pentingnya menurut Dwijoko, BPBD mengupayakan pemasangan alat deteksi visual berupa CCTV. Namun, pemasangan CCTV tersebut baru terealisasi tahun depan. Sebab, pemasangan CCTV di kawah Gunung Bromo masih dalam tahap kajian dan survei lokasi.
“Kalau itu semua selesai, nanti kami akan ajukan proposal kepada BNPB Oktober mendatang. Dengan demikian pemasangannya baru terealisasi tahun depan,” ungkapnya.
Pengiriman proposal ke BNPB memang harus didahului dengan kajian dan survei lokasi. “Kalau Oktober sudah selesai, langsung kami kirim. Harapannya, kalau mengirimkan pada bulan tersebut nanti bisa langsung dimasukkan rencana pembelanjaan tahun 2016,” katanya.
Alat untuk memantau aktivitas Gunung Bromo ini nantinya akan terkoneksi langsung dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Kabupaten Probolinggo. “Kalau sudah seperti itu, akan mempermudah kami. Jadi tidak perlu ke atas (Gunung Bromo), cukup memantau dari sini (kantor Pusdalops),” jelasnya.
Sementara, pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Bromo selama ini masih berkoordinasi dan kerja sama dengan Pos Pengamatan Gunung Api yang berada di Cemoro Lawang, Sukapura. “Kadang kami yang tanya. Kadang mereka yang memberikan informasi. Tapi kalau BPBD mempunyai alat sendiri, tentu mempermudah kerja kami,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS