Penulis Wawan Bromo FM Rabu 09/09/2015 SUMBERASIH - Pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) di Kabupten Probolinggo terbilang unik. Pa...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 09/09/2015
SUMBERASIH - Pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) di Kabupten Probolinggo terbilang unik. Pasalnya, kebanyakan mereka berangkat dengan diiringi oleh ratusan kerabatnya. Seperti tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Giliketapang Kecamatan Sumberasih, Rabu (9/9).Keunikan ini terlihat tatkala iring-iringan perahu yang membawa calon jamaah haji beserta ratusan warga pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih ini diangkut memakai perahu yang sudah dihias.
Satu-persatu perahu hias itu tiba di pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo. Satu perahu hias mampu menampung sekitar 100 hingga 150 orang. Sedangkan perahu yang mengiringi ada sekitar 10 perahu. Diperkirakan ada hampir 500 lebih warga mengiring calon jamaah haji yang akan berangkat.
Karena memang menurut warga itu sudah menjadi kebiasaan warga Gili, setiap pemberangkatan CJH ratusan warga langsung memadati pelabuhan Tanjung Tembaga. Suasana harupun pecah saat calon jamaah haji akan berangkat dari wisata Minatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending.
Menurut Ahmad Masidun, salah satu pengantar CJH, setiap tahun ratusan bahkan ribuan warga selalu mengantar CJH dari Pulau Gili ke pelabuhan Tanjung Tembaga. Warga biasa menyebut tradisi ‘ngater kajien’ atau mengantarkan hajian.
“Tradisi ‘ngater kajien’ warga Gili ini seluruhnya berprofesi sebagai nelayan. Tradisi ini sudah berjalan secara turun temurun,” akunya.
Berdasarkan data dari Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, untuk tahun ini hanya ada 8 CJH dari warga pulau gili kepapang. Mereka akan bergabung dengan CJH lain di Kabupaten Probolinggo pada kloter 47 dan 48. (wan/abh)


COMMENTS