Penulis Wawan Bromo FM Kamis 10/09/2015 KRAKSAAN – Sedikitnya 20 orang tenaga kesehatan (nakes) se- Kabupaten Probolinggo mendapatkan...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 10/09/2015
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan Air Susu Ibu (ASI) merupakan hal yang sangat mendasar bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Melalui pemberian ASI secara eksklusif akan menghasilkan bayi yang lebih sehat dan cerdas. “Melalui pemberian ASI akan mempersatukan jalinan kasih sayang ibu dan bayi sehingga mencapai perkembangan yang optimal,” ungkapnya.
Mantan Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan ini menjelaskan pelatihan konseling ASI ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga kesehatan dalam mendukung pemberian ASI dan memberikan konseling kepada ibu-ibu yang mengalami kesulitan dalam menyusui.
“Dengan makin mampunya tenaga kesehatan dalam memberikan konseling kepada ibu-ibu yang mengalami kesulitan dalam menyusui diharapkan akan meningkatkan pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.
Menurut Shodiq, lebih dari 90% ibu yang melahirkan menyusui bayinya, tetapi masih sedikit jumlah ibu yang menyusui bayinya secara eksklusif 6 bulan. Masih banyak ibu yang memberikan bayinya dengan susu formula atau makanan padat sebagai makanan tambahan beberapa minggu setelah melahirkan.
“Kasus gizi buruk yang banyak terjadi sebagian besar diderita oleh bayi berumur 6 bulan ke atas. Hal ini sebagai akibat pemberian ASI dan MP-ASI yang tidak tepat. Hal ini juga tidak terlepas dari peranan tenaga kesehatan dalam mempromosikan ASI,” pungkasnya.
Dalam pelatihan ini, para tenaga kesehatan yang terdiri dari petugas gizi, bidan, dokter puskesmas, RSUD Waluyo Jati dan RSUD Tongas serta Dinkes ini mendapatkan beberapa materi dari narasumber yang berasal dari Poltekes Malang, RSUD Sidoarjo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. (wan/abh)


COMMENTS