Penulis Dimaz Bromo FM Kamis 03/08/2015 KRAKSAAN - Petani garam yang tergabung dalam Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) Sidoagung ...
Penulis Dimaz Bromo FM
Kamis 03/08/2015
Dari data yang berhasil dihimpun, saat ini setiap satu petak ukuran 15 x 20 meter bisa menghasilkan hingga 4 ton garam. Kualitasnya pun bagus. Peningkatan produksi dan kualitas garam ini terjadi karena dukungan cuaca kemarau. Produksi garam menjadi maksimal berkat sinar matahari yang terik setiap harinya.
Keresahan yang dirasakan beberapa waktu lalu karena serangan abu vulkanik, kini tak dirasakan lagi. “Saat ini kami meraup untung lumayan. Tidak ada kendala. Apalagi terik matahari yang maksimal, sehingga membuat hasil produksi garam sangat melimpah dan berkualitas bagus,” ujar Salamudin (43), salah satu petani garam setempat.
Sudar, selaku koordinator kelompok tani garam Sidoagung mengatakan, saat ini ada peningkatan produksi garam sebanyak 60 persen. Di musim kemarau ini, para petani garam juga bisa panen lebih sering.
Sebelumnya, mereka hanya bisa tujuh kali panen.Tapi kini, mereka bahkan bisa panen sampai 12 kali dalam masa produksi sejak Juli 2015. “Ini sudah empat kali panen dengan jumlah 40 ton tiap petak,” ujarnya.
Peningkatan produksi ini diikuti dengan kenaikan harga. Menurut Sudar, harga garam bervariasi.Garam yang belum dikemas harganya Rp 500 per kilogram. Sedangkan garam yang sudah dikemas dihargai Rp 800 per kilogram.
“Produk garam dari Probolinggo ini dipasarkan ke sejumlah daerah mulai Jember dan Bali. Uniknya, di Bali garam dari Probolinggo itu banyak digunakan untuk kelengkapan mandi sauna,” katanya.
Sudar mengatakan, kelompoknya ingin produk garamnya bisa diekspor. Tapi sayang, keinginan itu masih terkendala perkara perizinan. “Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) belum turun,” pungkasnya. (maz/drs)


COMMENTS