Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 30/09/2015 SUKAPURA - Sebanyak 25 sarjana S1 (strata 1) dari Suku Tengger di Kecamatan Sukapura mendapat ...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 30/09/2015
SUKAPURA - Sebanyak 25 sarjana S1 (strata 1) dari Suku Tengger di Kecamatan Sukapura mendapat kehormatan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo dan Suku Tengger. Selasa (29/9) siang, 25 sarjana tersebut didoakan oleh tokoh adat Suku Tengger dalam kegiatan Mayu Ilmu Sarjana Tengger 2015.Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Agung Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura. Hadir Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr Anang Budi Yoelijanto, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kraksaan Edy Sumarno, Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan Agus Widodo, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo yang juga sesepuh suku Tengger Supoyo serta Forkopimka Sukapura.
Sesepuh adat Suku Tengger Supoyo mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur atas diraihnya gelar sarjana oleh 25 warga Suku Tengger. Kegiatan lima tahunan ini untuk mengapresaisi sarjana dari suku Tengger yang berasal dari dua Kecamatan. Yakni Sukapura dan Sumber.
“Pada ruwatan Mayu ilmu ini, kami berharap ilmu yang barokah dan manfaat untuk pribadi dan orang lain. Selametan kami gelar agar ilmu para sarjana selama kuliah bermanfaat untuk semuanya. Gelar sarjana tentu untuk memotivasi diri sendiri dan memotivasi orang lain agar kuliah dan menjadi sarjana,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo berpesan kepada 25 sarjana tersebut agar konsisten menjaga amanah gelar sarjana yang sudah disandang. “Anda semua kami harapkan mampu menginspirasi adik-adik dan masyarakat Tengger lainnya agar bisa mengikuti jejak dan menjadi sarjana-sarjana berikutnya,” harapnya.
Sedangkan Kajari Edy Sumarno mengatakan, Mayu Ilmu harus dimaknai sebagai kegiatan yang memotivasi masyarakat untuk memberangkatkan putra-putri mereka ke bangku kuliah. “Dalam lima tahun mendatang, akan semakin banyak sarjana dari Suku Tengger. Saya berharap bukan hanya gelar sarjana yang diraih, tapi juga gelar pascasarjana bahkan doktor,” tegasnya.
Selanjutnya 25 sarjana yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ini menjalani ritual doa dipimpin tokoh adat Suku Tengger. Kegiatan itu diawali dengan penampilan tari-tarian dari siswa-siswi SMPN 1 Sukapura dan SMKN 1 Sukapura. (maz/abh)


COMMENTS