Penulis Wawan Bromo FM Minggu 20/09/2015 KRAKSAAN – Populasi sapi di Kabupaten Probolinggo saat ini berada di peringkat 3 di Provinsi...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 20/09/2015
KRAKSAAN – Populasi sapi di Kabupaten Probolinggo saat ini berada di peringkat 3 di Provinsi Jawa Timur. Jumlahnya mencapai sekitar 280 ribu ekor. Tetapi populasi ternak sapi ini terancam berkurang karena adanya pemotongan hewan ternak betina produktif. Selain itu juga adanya penyakit hewan dan gangguan reproduksi serta pengeluaran ternak, terutama bibit ke luar daerah yang tidak terkendali.“Sapi betina produktif itu dilarang dipotong. Karena kalau dipotong maka populasinya akan punah,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni melalui Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Amir Syarifudin.
Untuk meningkatkan populasi ternak sapi, kata Amir, DPKH memberikan sosialisasi tentang pengawasan peredaran produk hewan dan penertiban pemotongan hewan. Sosialisasi ini diberikan kepada jagal, kepala desa dan masyarakat. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi dan kualitas daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),” jelasnya.
Selain itu, jelas Amir, peningkatan populasi ternak juga dilakukan dengan penertiban pemotongan ternak dan pengendalian penyakit hewan dan gangguan reproduksi pada sapi. Target tahun 2015 adalah 6.000 ekor dari APBN dan 500 ekor dari APBD Provinsi Jawa Timur. “Kami juga memberikan pelayanan kesehatan hewan dan vaksinasi Brucella untuk mencegah abortus,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS