Penulis Wawan Bromo FM Rabu 02/09/2015 KRAKSAAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo memastikan persoalan vis...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 02/09/2015
KRAKSAAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag)
Kabupaten Probolinggo memastikan persoalan visa tidak berimbas pada calon
jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, Kemenag pusat
mengatakan jika persoalan visa hanya menimpa CJH gelombang I yang berangkat
pertama kali menuju Arab Saudi.
Hal itu
disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami. “Untuk
visa dipastikan tidak berpengaruh pada CJH Kabupaten Probolinggo, karena
persoalannya hanya pada CJH gelombang pertama sementara kita kedua,” ujarnya.
Informasi
yang didapatnya dari pemerintah pusat, persoalan visa terjadi karena pihak Arab
Saudi menggunakan sistem baru. Sistem yang dimaksud yakni terintegrasinya paket
perumahan, transportasi maupun katering CJH. Jika sudah terintegrasi, maka visa
akan dikeluarkan.
“Karena sistem
masih baru, untuk gelombang pertama ada kendala. Belajar dari pengalaman di
gelombang pertama, maka gelombang kedua akan lebih tertata. Karena itu, saya meminta
seluruh CJH untuk tidak mengkhawatirkan persoalan visa,” jelasnya.
Nantinya,
baik visa maupun paspor akan diberikan saat CJH sudah tiba di Asrama Haji
Sukolilo, Surabaya. Diketahui, Kabupaten Probolinggo mendapatkan jatah 2 kloter
yakni kloter 47 yang full diisi CJH Kabupaten Probolinggo. Sementara kloter 48
merupakan kloter gabungan, yakni CJH Kabupaten Probolinggo, CJH Kota
Probolinggo dan CJH Kota Surabaya.
Dua kloter
tersebut akan diberangkatkan pada 9 September 2015. Untuk kloter 47 berangkat
pukul 16.00 dan tiba di Sukolilo sekitar pukul 20.00. Sementara untuk kloter 48
berangkat pada jam yang sama dan diharapkan berada di Sukolilo pada pukul
21.00. Untuk titik pemberangkatan secara terpadu dilakukan dari Miniatur Ka’bah
Desa Curahsawo Kecamatan Gending.
Sementara
untuk sahara diharapkan sudah berada di kantor Kemenag dua hari sebelum
keberangkatan. Pasalnya, sahara akan diberangkatkan terlebih dulu yakni sekitar
pukul 06.00. “CJH hanya membawa tas jinjing dan tas kalung tempat paspor dan visa.
Dan ingat, kain ihram harus dibawa di tas jinjing, jangan ditaruh di koper,”
jelasnya.
Soal
kesiapan pemberangkatan CJH, Busthami memastikan jika saat ini Kemenag
memproses kesiapan akhir. “Prinsipnya kami sudah siap, manasik dan sosialisasi
sudah kami gelar,” jelasnya.
Terpisah Kabaga
Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Moh. Syarifuddin menyatakan kesiapannya
terkait kendaraan pengangkut. “Kita sudah siapkan sekitar 9 bus dan 3 truk
sahara untuk CJH,” terangnya. (wan/abh)


COMMENTS