Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 06/09/2015 KRAKSAAN - Jumlah Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Probolinggo bisa jadi berubah. Hal itu...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 06/09/2015
KRAKSAAN - Jumlah Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Probolinggo bisa jadi berubah. Hal itu disebabkan lantaran adanya mutasi dari daerah yang dilakukan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya.
Hal itu tidak dibantah oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami melalui Kasi Haji dan Umroh Mukhlason.
Menurutnya, daerah sendiri tidak bisa menolak dari mutasi tersebut. Sebab hal itu merupakan kewenangan dari Kanwil Kemenag Surabaya. “Yang mengatur semua ada di Kanwil, kami menerima apa yang sudah diperintahkan dari atas,” katanya.
Hal itu bukannya tanpa alasan, pasalnya sebelum penutupan manasik haji pada Rabu (27/8) lalu, jumlah CJH Kabupaten Probolinggo ada 677 orang. Namun, saat penutupan manasik haji lalu, diumumkan CJH Kabupaten Probolinggo berjumlah 689 orang.
Mukhlason mengakui jika penambahan tersebut merupakan mutasi daerah di luar Kabupaten Probolinggo. “Kalau mutasi atau pindahnya CJH sejauh ini sudah ada 15 orang,” ujarnya.
Disinggung dengan berakhirnya penetapan kuota CJH Kabupaten Probolinggo, Mukhlason enggan membeberkan berakhirnya penetapan kuota tersebut. Termasuk merahasiakan tempat untuk pemondokan haji tahun ini dengan alasan khawatir mengganggu psikis jamaah haji yang akan berangkat tahun ini.
Sementara Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Moh. Syarifudin mengatakan penambahan CJH itu bisa saja terjadi lantaran adanya mutasi dari daerah di luar Kabupaten Probolinggo maupun orang Probolinggo yang pindah ke daerah lain.
CJH Kabupaten Probolinggo masuk kloter 47 dan 48 Surabaya, dengan rincian 445 orang masuk kloter 47 dan untuk 232 CJH masuk kloter 48. Dalam kloter 48 tersebut akan berdampingan dengan CJH yang berasal dari Kota Probolinggo dan Kota Surabaya.
Rencananya, sesuai jadwal dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, kloter 47 dan kloter 48 ini akan berangkat pada 9 September mendatang dan akan tiba di Bandara International King Aziz pada 11 September mendatang.
Dalam perkembangannya, hingga saat ini informasi yang diperoleh Kemenag dari Kanwil Kemenag Surabaya memastikan untuk visa Kabupaten Probolinggo tidak mengalami kendala. Sedangkan untuk CJH yang belum mendapatkan visa, salah satu penyebabnya tahun ini Pemerintah Arab Saudi menggunakan sistem baru, yakni Elektronik-Haji (E-Haj). (maz/abh)
Hal itu tidak dibantah oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami melalui Kasi Haji dan Umroh Mukhlason.
Menurutnya, daerah sendiri tidak bisa menolak dari mutasi tersebut. Sebab hal itu merupakan kewenangan dari Kanwil Kemenag Surabaya. “Yang mengatur semua ada di Kanwil, kami menerima apa yang sudah diperintahkan dari atas,” katanya.
Hal itu bukannya tanpa alasan, pasalnya sebelum penutupan manasik haji pada Rabu (27/8) lalu, jumlah CJH Kabupaten Probolinggo ada 677 orang. Namun, saat penutupan manasik haji lalu, diumumkan CJH Kabupaten Probolinggo berjumlah 689 orang.
Mukhlason mengakui jika penambahan tersebut merupakan mutasi daerah di luar Kabupaten Probolinggo. “Kalau mutasi atau pindahnya CJH sejauh ini sudah ada 15 orang,” ujarnya.
Disinggung dengan berakhirnya penetapan kuota CJH Kabupaten Probolinggo, Mukhlason enggan membeberkan berakhirnya penetapan kuota tersebut. Termasuk merahasiakan tempat untuk pemondokan haji tahun ini dengan alasan khawatir mengganggu psikis jamaah haji yang akan berangkat tahun ini.
Sementara Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Moh. Syarifudin mengatakan penambahan CJH itu bisa saja terjadi lantaran adanya mutasi dari daerah di luar Kabupaten Probolinggo maupun orang Probolinggo yang pindah ke daerah lain.
CJH Kabupaten Probolinggo masuk kloter 47 dan 48 Surabaya, dengan rincian 445 orang masuk kloter 47 dan untuk 232 CJH masuk kloter 48. Dalam kloter 48 tersebut akan berdampingan dengan CJH yang berasal dari Kota Probolinggo dan Kota Surabaya.
Rencananya, sesuai jadwal dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, kloter 47 dan kloter 48 ini akan berangkat pada 9 September mendatang dan akan tiba di Bandara International King Aziz pada 11 September mendatang.
Dalam perkembangannya, hingga saat ini informasi yang diperoleh Kemenag dari Kanwil Kemenag Surabaya memastikan untuk visa Kabupaten Probolinggo tidak mengalami kendala. Sedangkan untuk CJH yang belum mendapatkan visa, salah satu penyebabnya tahun ini Pemerintah Arab Saudi menggunakan sistem baru, yakni Elektronik-Haji (E-Haj). (maz/abh)



COMMENTS