Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 02/08/2015 PAITON – Ambrolnya jembatan Randumerak di Kecamatan Paiton yang sampai menimbulkan korban jiw...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 02/08/2015
Setelah kejadian jembatan ambrol sekitar pukul 10.00, Polres Probolinggo langsung melakukan buka tutup. Itu untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang dipicu ambrolnya jembatan Randumerak. Kemacetan itu terjadi sampai sepanjang 1 kilometer. Dan kemacetan tersebut baru bisa terurai sekitar pukul 13.00.
Meski kemacetan sudah terurai, Polres Probolinggo tidak mau ambil resiko lebih besar. Ambrolnya jembatan Randumerak dipicu truk tronton yang melintas jembatan. Karena itu, Polres mengambil sikap mengalihkan arus lalu lintas ke jalur selatan. Terutama untuk tronton atau truk yang bertonase diatas 35 ton.
Wakapolres Probolinggo Kompol Sujiono mengaku pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan Polres Probolinggo Kota untuk pengalihan arus lalu lintas. Pengalihan ke jalur selatan ini berarti truk berat dari arah barat sudah harus berbelok ke arah Jl Lumajang di perempatan Randupangger Kota Probolinggo. Sedangkan dari arah timur sudah harus dialihkan melewati Jember.
“Sudah kami koordinasikan agar truk tronton bertonase besar tidak lewat sini. Kami suruh lewat selatan. Begitu juga yang dari arah timur, kami arahkan ke selatan juga. Termasuk diarahkan dari Banyuwangi untuk langsung lewat Jember,” ujarnya.
Koordinasi yang dilakukan tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan adanya pemasangan papan informasi pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik. Seperti di Kota Probolinggo rencananya akan dipasang di perempatan Randupangger. Sedangkan bus dan kendaraan pribadi, tetap bisa melintasi jalur pantura dan melewati jembatan Randumerak.
Lalu, untuk mengamankan jembatan Randumerak, Polres Probolinggo hanya mengaktifkan separo jalan di jembatan tersebut. Kondisi seperti itu pastinya akan terjadi setidaknya selama tiga bulan kedepan, karena proyek jembatan baru yang berada di sisi utara jembatan Randumerak dijadwalkan baru selesai akhir tahun ini.
Pengaturan separo jalan itu dimanfaatkan warga sekitar untuk mengais rejeki. Utamanya pemuda di sekitar Desa Randumerak. Mereka secara bergantian mengatur kendaraan dengan menggunakan sistem buka tutup dan menerima sumbangan seadanya dari pengguna jalan. (maz/abh)


COMMENTS