Penulis Dimaz Bromo FM Senin 14/09/2015 MARON - Permintaan sapi potong untuk kurban di Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan y...
Penulis Dimaz Bromo FM
Senin 14/09/2015
MARON - Permintaan sapi potong untuk kurban di Kabupaten Probolinggo mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1436 H, permintaan hewan kurban ini meningkat drastis hingga 50 persen. Peningkatan ini terjadi karena ulah pedagang dari Surabaya.Akibatnya, harga sapi potong pun cenderung semakin mahal karena meningkatnya permintaan. Jika dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya, harga sapi naik sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.
Mendekati Hari Raya Idul Adha 1436 H, permintaan sapi potong untuk dijadikan hewan kurban pun mengalami kenaikan permintaan. Kenaikan ini bisa dilihat di Pasar Maron yang mencapai 50 persen.
Pada hari-hari biasa, aktifitas jual beli sapi potong di pasar Maron biasanya berkisar antara 450 ekor hingga 500 ekor. Namun, jelang Hari Idul Kurban aktifitas jual beli itu mengalami kenaikan antara 800 hingga 1.000 ekor.
Andi Maulana, salah satu pedagang mengatakan, meningkatnya sapi potong ini dikarenakan banyak warga yang ingin berkurban. Selain itu, aksi pembelian dari pedagang daerah lain seperti Surabaya, Krian, Mojokerto dan Sidoarjo turut menjadi penyebab melonjaknya transaksi penjualan.
Hal ini dikarenakan harga sapi kurban di pasar ini cukup terjangkau kantong pembeli, yakni antara 13 juta hingga 22 juta rupiah per ekor, tergantung jenis dan bobot sapi. Sapi-sapi tersebut merupakan hasil ternak dari petani sehingga diburu pedagang sapi dari daerah lain.
Koordinator Pasar Maron Alim Susilo, mengatakan peningkatan transaksi sebanyak 50 persen ini terjadi karena meningkatnya permintaan sapi di Surabaya. Pedagang sapi potong asal surabaya membeli lebih banyak daripada biasanya, karena momen Idul Kurban.
“Biasanya didominasi oleh sapi Madura yang posturnya kebih kecil. Namun sekarang ini transaksi antar sapi Madura dengan sapi besar seimbang. Itu karena pedagang Surabaya meningkatkan pembelian,” ujarnya.
Aksi borong itu diakui oleh Saiful Islam, pedagang sapi asal Surabaya. ”Sebelumnya, saya hanya membeli sekitar 2 truk saja, sekarang menjadi 4 truk. Tiap truk berisi antara 15 hingga 20 ekor sapi, tergantung besarnya,” ungkapnya. (maz/abh)


COMMENTS