Penulis Dimaz Bromo FM Senin 28/09/2015 KRAKSAAN - Kabar duka yang menimpa jamaah haji kloter 48 membuat prihatin jamaah haji kloter ...
Penulis Dimaz Bromo FM
Senin 28/09/2015
KRAKSAAN - Kabar duka yang menimpa jamaah haji kloter 48 membuat prihatin jamaah haji kloter 47. Mereka terpanggil untuk menggelar tahlil bersama usai mendengar informasi soal beberapa jamaah haji kloter 48 yang meninggal dan sebagian lainnya tidak ditemukan, saat melakukan lempar jumroh di Mina.Salah satu jamaah haji, Izzatul, asal Desa Kandangjati Wetan Kecamatan Kraksaan, jamaah di kloter 47 menjelaskan, kabar itu membuat rekan-rekannya prihatin. “Kami shok. Begitu mendengar itu, kami langsung menggelar tahlilan bersama. Semoga mereka diampuni dan ibadahnyanya diterima Allah,” katanya melalui sambungan telepon.
Sementara Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Atok Illah menegaskan hingga saat ini jumlah jamaah haji yang meninggal berjumlah empat orang. “Perkembangan data korban peristiwa Mina, Minggu pukul 01.00 waktu Arab Saudi atau pukul 05.00 WIB, jamaah haji Indonesia yang wafat sebelumnya 14, saat ini menjadi 19 orang. Itu sesuai dengan infromasi dari Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Arsyad Hidayat langsung dari Mekkah,” katanya.
Dari 19 korban yang wafat, empat di antaranya berasal dari Probolinggo. Seperti diketahui, Kamis (25/9) terjadi insiden di Mina saat prosesi haji melempar jumroh. Peristiwa terjadi di Jalan 204 saat rombongan haji melakukan prosesi lempar Jumrah di Mina. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat.
Menurut data dari berbagai sumber, ada serombongan jamaah haji yang jalan, tiba-tiba berhenti. Karena kondisi seperti itu akhirnya jamaah haji berdesak-desakan. Akibat kejadian itu sekitar 769 orang meninggal, 19 orang diantaranya berasal dari Indonesia, dan 800an jamaah haji dirawat di rumah sakit kota Mina. Sedangkan untuk jumlah jamaah haji asal Indonesia berjumlah 6 orang.
Sejak insiden itu, jumlah jamaah Indonesia yang masih dalam pencarian, masih ada 99 jamaah. Dimana, 9 diantaranya berasal dari Probolinggo. Mereka berasal dari beberapa kecamatan. Yakni, seorang jamaah haji dari dari Kecamatan Krejengan, Kecamatan Pakuniran, Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Besuk serta 5 dari Kecamatan Banyuanyar.
“Terkait dengan Info yang saya terima melalui telepon orang yang ada di Mekkah. Ada sembilan orang yang belum kembali ke Maktab,” ungkapnya.
Namun belum kembalinya sembilan jamaah haji ke Maktab tersebut disikapi secara datar oleh Atok Illah, karena hal itu banyak kemungkinan. Menurut Atok, bisa saja sembilan orang itu tersesat. Bisa saja mampir ke temannya di lain Maktab atau bisa saja mereka jatuh sakit. “Kami berharap yang terbaik, artinya tidak ada korban lagi yang berasal dari Probolinggo,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya terus memantau keadaan jamaah haji asal Probolinggo dengan terus berkomunikasi dengan petugas yang ada di Makkah, Arab Saudi. “Setiap waktu kami terus memantau saudara kita yang ada disana,” ujarnya.
Atok berharap doa dari keluarga haji yang berasal dari Probolinggo agar jamaah haji yang sedang melaksanakan rukun Islam yang kelima tersebut bisa diberi keselamatan dan kesehatan.
“Terus berdoa dan tetap tenang. Mudah-mudahan diberi kelancaran dan bisa melaksanakan rukun Islam yang kelima baik wajib dan sunnahnya berjalan dengan baik dan lancar serta diberi keselamatan,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS