Penulis Dimaz Bromo FM Selasa 01/09/2015 GENDING - Arus lalu lintas (lalin) di ruas Jalan Raya Panglima Sudirman Desa Brumbungan hing...
Penulis Dimaz Bromo FM
Selasa 01/09/2015
GENDING - Arus lalu lintas (lalin) di ruas Jalan Raya Panglima Sudirman Desa Brumbungan hingga Desa Klaseman Kecamatan Gending sedikit tersendat. Salah satu penyebabnya yakni proyek peningkatan jalan. Diperkirakan kondisi ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.Pelebaran jalan yang dikerjakan di kanan kiri jalan itu dimulai sejak seminggu terakhir. Perbaikan ini dimulai dari Desa Klaseman terus ke barat hingga mendekati Pabrik Sasa Inti Gending atau tepatnya sampai di Desa Brumbungan.
Untuk meratakan tanah di sepanjang jalan tersebut ada dua ekskavator digunakan membantu pekerjaan proyek. Para pekerja dalam tahap ini terbagi di beberapa titik. Diantaranya berada di barat SPBU Desa Brumbungan Lor. Di utara jalan, pekerja yang dibantu dengan alat berat ekskavator menggali tanah untuk pembuatan saluran air.
Sedangkan di sisi selatan jalan, timur SPBU tersebut para pekerja meratakan tanah dan membangun tembok penahan di sekitar aliran sungai. Karena langsung dikerjakan di dua sisi, arus lalu lintas sedikit tersendat. Apalagi adanya alat berat di sekitar jalan penghubung Surabaya-Banyuwangi ini. Namun, arus lalu lintas tidak sampai macet.
“Kalau bisa, petugas jalannya ditambah agar arus lalu lintas sedikit lancar. Kemudian material galian dari alat berat ini kalau bisa jangan sampai memakan bahu jalan,” kata seorang pengemudi truk fuso, Sudarmanto, asal Banyuwangi.
Salah seorang pekerja, Roni mengatakan saat ini proyek peningkatan jalan tersebut masih sampai ke tahap pengurukan tanah untuk drainase. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pengerasan tanah di sepanjang jalan. “Ini masih dalam tahap pembuatan drainase. Nanti akan dicor,” katanya.
Setelah pembuatan drainase tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan perataan tanah di sepanjang proyek. “Kalau soal diaspal atau tidak, kami belum tahu. Sementara instruksi dari penanggung jawab proyek,” jelasnya.
Tidak jauh dari para pekerja itu, ada papan nama proyek yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga. Di papan proyek itu juga tertera nama proyek, yaitu peningkatan struktur jalan batas Kota Probolinggo-Paiton-Situbondo. Dan berlokasi KM Surabaya 112 + 250 hingga KM 114 dan 750 kilometer.
Dalam papan proyek itu juga tertera pelaksanaan proyek ini yakni 210 hari atau selama tujuh bulan dengan menelan biaya Rp 13,04 miliar rupiah. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT Ayem Mulya Indah. (maz/abh)


COMMENTS