Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 30/09/2015 BANYUANYAR - Selain menjadi korban meninggal dunia, ada pula sejumlah jamaah haji asal Kabupa...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 30/09/2015
BANYUANYAR - Selain menjadi korban meninggal dunia, ada pula sejumlah jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang hilang kontak sejak tragedi Mina, Kamis (24/9) lalu. Salah satunya adalah Samsiya (42), jamaah haji asal Desa Liprak Wetan Kecamatan Banyuanyar. Keluarganya resah menanti kepastian nasib Samsiya. Samsiya merupakan istri kedua dari Ali Wafa Abdul Halim (62). Di musim haji tahun ini, Ali Wafa Abdul Halim berangkat ke Tanah Suci bersama istri pertamanya, Muzayyana binti Tahir (53) dan istri kedua, Samsiya. Mereka tergabung dalam kloter 48 embarkasi Surabaya dan menggunakan jasa KBIH Safara.
Sebagaimana diberitakan, Ali Wafa Abdul Halim dan Muzayyana dipastikan menjadi korban meninggal dalam tragedi Mina, Kamis lalu. Sedangkan Samsiya dinyatakan hilang kontak. Ia belum kembali ke maktab, sejak peristiwa jelang lempar jumroh di Mina.
Abdul Hamid, keponakan Samsiya, mengatakan bahwa pihak Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo maupun pihak Safara masih belum memberikan informasi apapun terkait keberadaan bibinya. Keluarga berharap agar korban segera ditemukan dan teridentifikasi pemerintah.
Abdul Hamid menyebut kontak terakhirnya dengan Samsiya terjadi sebelum tragedi Mina. “Kontak terakhir dengan kami saat dia mau lempar jumroh. Keesokan harinya, teleponnya kami hubungi dan aktif, tetapi tidak ada jawaban. Dan sampai saat ini kami belum mendapat kabar apapun terkait keberadaanya,” ujarnya.
Selain keluarga Samsiya, keluarga Maskur bin Atminu juga dilanda keresahan serupa. Sampai kemarin, Maskur bin Atminu masih hilang kontak. Anshari, salah seorang kerabat Maskur mengatakan harapan agar segera ada informasi tentang keberadaan Maskur. “Hilang kontak sampai sekarang. Barangkali ada informasi lebih lanjut dari pihak terkait,” ungkapnya.
Sementara Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Atok Illah mengatakan hingga saat ini Kementrian Agama RI melalui Kadaker Makkah terus berusaha mengidentifikasi korban tragedi Mina. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi terkait keberadaan Samsiya maupun Maskur.
“Kami belum mendapat keterangan secara resmi dari ototiras yang berwenang. Kalau ada info terbaru, nanti kami sampaikan kepada media maupun keluarganya,” tuturnya.
Hingga saat ini, Kemenag Jawa Timur memastikan jamaah haji asal Probolinggo yang menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi Mina sebanyak 7 orang. Selain itu, masih ada 17 orang jemaah lain yang dinyatakan hilang kontak. Termasuk di dalamnya adalah Samsiya dan Maskur. (maz/abh)


COMMENTS