Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 06/09/2015 KRAKSAAN - Potensi hasil pertanian dan peternakan di Kabupaten Probolinggo tentu sanga...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 06/09/2015
KRAKSAAN - Potensi hasil pertanian dan peternakan di Kabupaten Probolinggo tentu sangat melimpah. Sayangnya, hingga saat ini belum ada rumah dalam satu kawasan yang memanfaatkan hasil dari pertanian dan peternakan. “Konsepnya disebut gazebo berantai,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni.
Ke depan, Pemkab Probolinggo menginginkan hasil pertanian yang kurang dimanfaatkan agar diolah untuk kepentingan peternakan. “Itu rencana jangka panjang yang ingin kami lakukan. Tujuannya agar terjadi simbiosis mutualisme antara dunia peternakan dengan pertanian,” terangnya.
Secara teknis, konsep gazebo berantai karena banyak hal yang saling berkaitan antara pertanian dan peternakan. Seperti hasil dari kebun sayur dan buah organik yang bisa menghasilkan limbah. Limbah itu bisa dijadikan pakan hewan ternak. “Ternak itu akan menghasilkan kotoran yang bisa menjadi pupuk kandang. Itu bisa untuk pakan ikan lele,” urainya.
Rencana tersebut akan dikaji secara serius dan diterapkan, mengingat yang menyampaikan gagasan adalah Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. “Jika benar-benar berjalan, manfaatnya luar biasa. Contoh saja untuk ternak saja biaya paling tinggi adalah untuk pakan. Tapi kalau memaksimalkan dari bahan dari sayur dan buah yang sudah tidak terpakai tentu akan lebih meringankan biaya,” pungkasnya. (maz/abh)
Ke depan, Pemkab Probolinggo menginginkan hasil pertanian yang kurang dimanfaatkan agar diolah untuk kepentingan peternakan. “Itu rencana jangka panjang yang ingin kami lakukan. Tujuannya agar terjadi simbiosis mutualisme antara dunia peternakan dengan pertanian,” terangnya.
Secara teknis, konsep gazebo berantai karena banyak hal yang saling berkaitan antara pertanian dan peternakan. Seperti hasil dari kebun sayur dan buah organik yang bisa menghasilkan limbah. Limbah itu bisa dijadikan pakan hewan ternak. “Ternak itu akan menghasilkan kotoran yang bisa menjadi pupuk kandang. Itu bisa untuk pakan ikan lele,” urainya.
Rencana tersebut akan dikaji secara serius dan diterapkan, mengingat yang menyampaikan gagasan adalah Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. “Jika benar-benar berjalan, manfaatnya luar biasa. Contoh saja untuk ternak saja biaya paling tinggi adalah untuk pakan. Tapi kalau memaksimalkan dari bahan dari sayur dan buah yang sudah tidak terpakai tentu akan lebih meringankan biaya,” pungkasnya. (maz/abh)



COMMENTS