Penulis Dimaz Bromo FM Selasa 08/09/2015 KRAKSAAN - Para kepala desa (kades) terpilih hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak...
Penulis Dimaz Bromo FM
Selasa 08/09/2015
KRAKSAAN - Para kepala desa (kades) terpilih hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Probolinggo bakal dilantik bersamaan, Kamis (10/9) besok di Pendopo Kabupaten Probolinggo.Dari 252 orang kades terpilih, hanya satu orang yang tidak bisa mengikuti pelantikan ini lantaran menjalankan ibadah haji. Dalam pelantikan nanti, para kades terpilih dilarang mengajak massa pendukungnya.
Agar proses pelantikan tetap kondusif, Pemkab Probolinggo melalui Bagian Pemerintahan melarang para kades yang dilantik membawa serta massa pendukungnya. “Sesuai kesepakatan bersama, kades diminta untuk tidak membawa pendukung saat pelantikan,” kata Kabag Pemerintahan Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto.
Diketahui, pilkades serentak di Kabupaten Probolinggo telah digelar pada 8 Juli 2015 lalu. Ada 252 desa dari 24 kecamatan yang seharusnya menggelar pilkades hari itu. Tapi, karena ada calon yang meninggal jelang Pilkades Kotaannyar dan kades terpilih yang meninggal usai pilkades Penambangan, Pajarakan.
Selanjutnya, Pemkab menggelar dua pilkades susulan pada 12 Agustus lalu, di Desa Kotaanyar dan Desa Penambangan. Dengan demikian, telah terpilih 252 kades baru dari total 804 calon yang mengikuti pilkades serentak tahun ini. Sejumlah 252 kepala desa terpilih itu bakal dilantik bersamaan, Kamis (10/9) nanti.
Para kades terpilih itu akan dilantik langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE di Pendopo Kabupaten Probolinggo. Namun dari 252 kades terpilih, ada satu yang tidak ikut dilantik. Yaitu kades terpilih dari Desa Sidodadi Kecamatan Paiton. Ia tidak bisa ikut pelantikan ini karena berangkat menunaikan ibadah haji, sehari sebelum pelantikan.
Mengenai satu kades yang belum dilantik tersebut, Edy menyebut akan diagendakan kembali. “Kemungkinan nanti akan dilantik di kantor kepala desa. Tapi tergantung Bu Bupati, dimana tempat untuk pelantikan satu kepala desa terpilih itu,” ungkapnya.
Dalam pelantikan ini hanya ada empat orang dari masing-masing desa yang diperkenankan masuk di area pelantikan. Empat orang tersebut terdiri dari kepala desa terpilih beserta istri atau suami, kemudian ketua panitia pilkades dan terakhir adalah Pj kades. “Selain itu, tidak kami undang. Di samping untuk pertimbangan keamanan, cara seperti itu juga untuk menghormati yang lain,” katanya.
Tujuan utama dari pembatasan undangan itu agar suasana tetap kondusif. “Selamatannya di rumahnya saja. Tidak perlu membawa pendukung saat pelantikan. Persiapan acara pelantikan sudah 90 persen. Kalau soal seragam, pengamanan dan lainnya sudah siap. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” harapnya. (maz/abh)


COMMENTS