Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 23/09/2015 SUMBERASIH - Dermaga baru dibangun di Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probol...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 23/09/2015
SUMBERASIH - Dermaga baru dibangun di Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo di sisi selatan. Tahun depan, proyek senilai Rp 16 miliar tersebut kembali dianggarkan. Salah satunya untuk menambah fasilitas penunjang di dermaga tersebut.Hal itu disampaikan anggota DPRD Provinsi Jatim asal Kabupaten Probolinggo Mahdi. Menurutnya, sejumlah fasilitas yang akan ditambahkan itu untuk mendukung keberadaaan dermaga yang baru dibangun tahun ini. Dengan begitu, dermaga Gili baru bisa optimal pada 2016 mendatang. “Tahun depan memang masih ada penambahan fasilitas,” ujarnya.
Salah satu yang akan ditambahi adalah fasilitas genset untuk dermaga di Desa Gili Ketapang. “Genset dan sejumlah fasilitas lain sudah kami anggarkan,” jelasnya.
Terkait anggaran yang disiapkan untuk fasilitas penunjang tersebut, Mahdi mengaku hingga saat ini masih dalam proses pembahasan oleh Pemerintah Provinsi Jatim. “Belum tahu berapa yang disiapkan, karena sampai sekarang masih dalam pembahasan,” katanya.
Sementara untuk pembangunan dermaga di sisi selatan, Mahdi mengaku sampai sekarang masih dalam proses pembangunan. Bahkan untuk mengetahui pembangunan tersebut, pihaknya bersama rombongan DPRD Jawa Timur akan melihat langsung ke lokasi. “Nanti kami lihat bagaimana progresnya,” terangnya.
Diketahui, tahun ini Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan dermaga di Desa Gili Ketapang. Pembangunan ini untuk menyeimbangkan pelabuhan Tanjung Tembaga di Kota Probolinggo dengan dermaga di Pulau Gili.
Alasan lain pembangunan dermaga Gili ini lantaran dermaga lama sudah rusak. Dengan kondisi tersebut, salah satu penduduk pulau Gili Ketapang, Abdul Aziz, mengaku senang dengan pembangunan dermaga itu. Pasalnya sudah lebih dari lima tahun dermaga lama atau dermaga yang berada di sisi utara pulau mengalami kerusakan. Namun dermaga itu tetap saja digunakan oleh penduduk Desa Gili, karena memang satu-satunya dermaga yang ada.
“Kondisi jalan dermaga itu banyak yang bolong. Panjangnya sekitar 200 meter dari bibir pantai. Tapi, di ujung sepanjang 4 meter, sudah terputus dan tidak bisa digunkan lagi. Kalau mau menaikkan dan menurunkan ikan dari kapal, harus behati-hati. Juga harus bergantian dengan para penumpang kapal yang lain,” ujarnya. (maz/abh)


COMMENTS