Penulis Wawan Bromo FM Minggu 13/09/2015 KRAKSAAN – Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja/Mahasiswa memiliki peran sangat besar ...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 13/09/2015
Hal tersebut diakui Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana) Kabupaten Probolinggo Imam Syafi’i. “Kendala utama dalam pembentukan PIK Remaja/Mahasiswa ini adalah keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Menurut Imam, idealnya setiap lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo memiliki PIK Remaja/Mahasiswa agar bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi remaja. “Sebab terkadang remaja lebih enak bercerita kepada sesama remaja daripada orang tuanya. Mungkin malu atau takut berterus terang. Inilah fungsi dari keberadaan PIK Remaja/Mahasiswa,” jelasnya.
Meskipun sudah terbentuk PIK Remaja/Mahasiswa di 103 lembaga pendidikan, tetapi baru ada 4 lembaga pendidikan yang mampu membantu menyelesaikan permasalahan remaja di lingkungannya. Yakni, PIK Mahasiswa Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo, PIK Remaja SMA Istiqlal Kotaanyar dan PIK Remaja MA NU Kraksaan serta PIK Remaja SMPN 1 Besuk.
“Fasilitas yang sudah diberikan meliputi laptop dan LCD serta alat-alat peraga dan buku-buku. Termasuk juga dana kegiatan yang dilakukan mulai dari rapat hingga kegiatan sosial,” terangnya.
Imam menerangkan, PIK Remaja sendiri terbagi menjadi empat kelompok. Yakni, Tumbuh (belum mempunyai Pendidik Sebaya), Tegak (sudah mempunyai Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya), Tegar (mempunyai 4 Pendidik Sebaya dan 4 Konselor Sebaya) serta Tegar Model (tidak hanya berkembang di lembaganya sendiri, tetapi juga untuk daerah lain).
“Persoalannya, terkadang sudah Tegak mundur lagi menjadi Tumbuh. Kendala utamanya adalah proses pengkaderan. Oleh karena itu, kami berupaya memotivasi lembaga pendidikan untuk menyiapkan kadernya tatkala sudah naik ke kelas III,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS