Penulis Wawan Bromo FM Senin 21/09/2015 KRUCIL – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan dan mencegah kerentan...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 21/09/2015
Pelatihan ini diikuti oleh 90 orang peserta yang berasal dari Kecamatan Tiris (Desa Tiris dan Tlogosari) dan Kecamatan Krucil (Desa Plaosan, Kalianan, Betek, Seneng, Pandanlaras, Watupanjang dan Tambelang).
Kepala Bidang Keswadayaan Masyarakat Bapemas Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan pelatihan ini diberikan dengan tujuan pengentasan kemiskinan melalui diversifikasi produk olahan gula aren untuk meningkatkan taraf ekonomi rakyat.
“Gula aren dipilih karena hingga saat ini kita belum mempunyai produk unggulan melalui diversifikasi gula aren. Selama ini produknya hanya gula aren batangan yang nilai ekonominya rendah. Harus ada terobosan agar nilai jualnya tinggi,” ujarnya.
Menurut Taufik, pembuatan gula aren kristal atau yang lebih dikenal dengan gula semut ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai jual gula aren. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Soalnya produknya bisa langsung untuk minuman sebagai pengganti gula pasir. Nilai jualnya lebih tinggi dari gula merah batangan dan sangat cocok untuk penderita diabetes.
“Melalui pelatihan ini masyarakat mandiri dan termotivasi lebih kreatif dengan produknya sendiri. Sebab pengentasan kemiskinan tidak hanya dilatih saja, tetapi masyarakat harus punya jiwa kreatif, inovatif dan mandiri. Marilah bersama-sama mengembangkan produk lokal Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.
Sementara Camat Krucil Zainuddin menyambut baik pelatihan ini dengan harapan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai upaya pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (wan/abh)


COMMENTS