Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 26/09/2015 KRAKSAAN – Sampai Sabtu (26/9) siang, 9 (sembilan) jamaah haji kloter 48 Kabupaten Probolingg...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 26/09/2015
KRAKSAAN – Sampai Sabtu (26/9) siang, 9 (sembilan) jamaah haji kloter 48 Kabupaten Probolinggo hilang kontak. Mereka belum kembali ke Maktab sejak tragedi Mina 2 hari lalu. Sementara korban meninggal dunia berdasarkan informasi yang didapat dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo berjumlah tiga orang.Berdasarkan informasi terbaru yang diterima Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, sejauh ini terdapat 9 jamaah asal Kabupaten Probolinggo di kloter 48 yang hilang kontak. Mereka terdiri dari 1 dari Kecamatan Krejengan, 1 dari Kecamatan Pakuniran, 1 dari Kecamatan Kraksaan, 1 dari Kecamatan Besuk, 3 dari Kecamatan Banyuanyar dan 2 jamaah lagi belum jelas alamatnya.
Mereka tidak kembali ke Maktab pasca tragedi Mina dua hari lalu, informasi via telpon diterima pelaksana teknis Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Atok Illah dari jamaah haji bernama Saiful, yang juga menjadi pembimbing dari kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) Safara.
Mayoritas jamaah hilang kontak berasal dari KBIH Safara, yang berlokasi di Kecamatan Krejengan. KBIH ini memberangkatkan 154 jamaah pada 9 September lalu. Dimana 136 jamaah berada di kloter 48 dan sisanya berangkat melalui kloter 47.
Berdasarkan penelusuran Saiful pula, diketahui bahwa korban meninggal asal Probolinggo dari kloter 48 berjumlah 3 orang. Mereka adalah Hamid Atwi asal Desa Muneng Kidul Kecamatan Sumberasih, Abdul Karim asal Kelurahan Kebonsari Kulon Kecamatan Kanigaran dan Nero warga Desa Triwungan Kecamatan Kotaanyar.
Namun dari ketiga korban tewas, baru Hamid Atwi yang resmi dinyatakan meninggal oleh Kemenag RI, sementara dua korban lain informasinya masih simpang siur.
Sejauh ini, pihak Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo mengaku kesulitan memantau kondisi korban tragedi Mina asal Kabupaten Probolinggo. Selain otoritas Arab Saudi yang ketat, keterbatasan petugas yang menelusuri langsung keberadaan korban di Arab Saudi, menjadi kendala. (maz/abh)


COMMENTS