Penulis Dimaz Bromo FM Senin 03/08/2015 SUKAPURA - Sendra Tari Roro Anteng dan Joko Seger yang mengisahkan tentang asal-usul digelar...
Penulis Dimaz Bromo FM
Senin 03/08/2015
SUKAPURA - Sendra Tari Roro Anteng dan Joko Seger yang mengisahkan tentang asal-usul digelarnya upacara Yadnya Kasada oleh Suku Tengger pada tanggal 15 bulan ke 12 kalender Saka memeriahkan Resepsi Yadnya Kasada yang digelar di Pendopo Agung Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Jum’at (31/7) malam.Resepsi Yadnya Kasada ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi, anggota Komisi VIII DPR RI Hamka Haq, Wakil Wali Kota Probolinggo Suhadak, Komite III Bidang Keagamaan DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mehendrata Wedasteraputra Syasa, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) serta Forkopimda Kabupaten Probolinggo.
Hadir pula Asisten Tata Praja Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo beserta sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Apdesi, Dewan Kesenian, Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo serta Koordinator Komunikasi Masyarakat Tengger dan para wisatawan.
Sebagai pengembangan masyarakat Tengger telah diserahkannya buku penelitian tentang Tengger yang diterbitkan oleh The Hindu Center Of Indonesia bekerja sama dengan Universitas Mahendrata Bali yang diberikan kepada Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE diwakili oleh Sekda Nawi.
Diserahkan pula 2 (dua) buah Genta kepada pemangku Pura dan Dukun Pandita, penyerahan 9 (sembilan) set simbol senjata Dewata Nawa Sanga kepada pemimpin adat suku Tengger oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mehendrata Wedasteraputra Syasa.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula pengukuhan warga kehormatan sesepuh suku Tengger sebagai wujud keramahtamahan dan keterbukaan masyarakat kepada Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan, Kepala Kejaksaan Negeri Kraksaan Edy Sumarno dan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Imam Suhrowardi beserta istri.
Dalam sambutannya Sekda Nawi menyatakan bahwa perayaan upacara ritual Yadya Kasada adalah upacara sesembahan berupa persembahan sesajen yang dilakukan setiap tahun yang merupakan bentuk wujud sukur atas karunia yang telah diberikan masyarakat Tengger kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu diberikan keselamatan dan dijauhkan dari malapetaka.
“Hari Raya Yadya Kasada merupakan upacara sesembahan sesajen kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para leluhur oleh masyarakat dengan adat Tengger. Dimana setiap tahun digelar dengan mengisahkan perjuangan Roro Anteng dan Joko Seger membangun pemukiman melakukan dan memerintah di kawasan Tengger. Yakni Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger dengan arti penguasa Tengger yang budiman,” ungkapnya.
Lebih lanjut Sekda Nawi menjelaskan bahwa Bromo memang menjadi daerah tujuan wisata yang lengkap, disamping keindahan alam dan pesona matahari terbitnya, masyarakat Tengger yang ramah dan terus menjaga kesucian adat budayanya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. (maz/drs)


COMMENTS