Penulis Wawan Bromo FM Selasa 11/08/2015 PAKUNIRAN – Unit Pengelola Zakat (UPZ) Desa Sumberkembar Kecamatan Pakuniran menjadi pilot ...
Penulis Wawan Bromo FM
Selasa 11/08/2015
PAKUNIRAN – Unit Pengelola Zakat (UPZ) Desa Sumberkembar Kecamatan Pakuniran menjadi pilot project dalam pengelolaan zakat yang dibentuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo.Hingga akhir Juli 2015, UPZ tersebut mampu mengumpulkan zakat pertanian dan zakat mal sebesar Rp 21.410.000. Terdiri dari zakat pertanian sebesar Rp 5.410.000 dan zakat mal sebesar Rp 16.000.000.
Hasil pengumpulan zakat tersebut sudah disalurkan sebesar Rp 5.383.000 untuk zakat pertanian dan Rp 16.000.000 untuk zakat mal. Sehingga tersisa zakat sebesar Rp 27.000. “Alhamdulillah, dari pengumpulan ini kami bisa menyantuni sedikitnya 192 kaum dhuafa,” ungkap Wakil Ketua UPZ Desa Sumberkembar Ustadz Rasidi.
Menurut Rasidi, metode penyaluran santunan tersebut diwujudkan dalam paket sembako dan uang tunai. Untuk sembako nilainya mencapai Rp 60 ribu terdiri dari beras, minyak goreng, kopi, gula dan mie instan.
“Keberadaan UPZ ini dapat berjalan dengan baik berkat adanya dukungan dari Kepala Desa yang gencar memberikan sosialisasi bahwa zakat bisa memberantas kemiskinan. Di samping juga kesadaran yang tinggi dari masyarakat tentang kewajibannya membayar zakat untuk disalurkan kepada masyarakat lain yang kurang mampu,” jelasnya.
Sementara Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan dari UPZ Desa Sumberkembar dalam mengelola zakat yang diberikan oleh masyarakat. Terlebih sudah 1,5 tahun ini masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
“Kami berharap supaya UPZ Desa Sumberkembar ini menjadi percontohan bagi desa-desa lain. Sebab keberadaan UPZ ternyata sangat bagus untuk mengurangi angka kemiskinan di desa. Pasalnya hasil zakat diperoleh langsung disalurkan di desa tersebut,” ungkapnya. (wan/drs)


COMMENTS