Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 02/07/2015 KRAKSAAN - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo sudah menetapkan pagu masing-...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 02/07/2015
Di Kota Kraksaan, rata-rata SMA dan SMK negeri pagunya mencapai 260-an siswa. Sedangkan sekolah di luar Kota Kraksaan, terutama di perbatasan, jumlah pagu hanya mencapai dua hingga tiga kelas atau antara 64 hingga 100 siswa.
“Jadi ada tiga sekolah yang masih belum mencapai pagu yang sudah ditentukan,” ujar Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Fathur Rozi.
Dengan kata lain, tiga sekolah negeri itu masih kekurangan murid. Ada banyak faktor yang menyebabkan sekolah kekurangan murid. Salah satunya karena ada banyak sekolah di sekitar sekolah negeri tersebut. Faktor lainnya, kecenderungan siswa dari Kabupaten Probolinggo yang memilih bersekolah di Kota Probolinggo.
Dalam situasi ini, Dispendik menyerahkan pada masing-masing sekolah untuk tetap menerima siswa bila masih ada yang akan mendaftar. “Salah satu jalannya, mereka jangan menolak siswa yang akan daftar. Langsung diterima saja,” pintanya.
Penerimaan siswa tersebut tentu berlangsung hingga pagu masing-masing sekolah sudah tercapai. “Seharusnya hari pertama masuk sekolah sudah tidak menerima lagi. Tapi kalau memang kurang dari pagu, tidak masalah menerima murid,” pungkasnya.
Namun, tambah Rosi, sekolah negeri di Kabupaten Probolinggo yang pagunya tidak tercapai jumlahnya sangat kecil. Sekolah negeri lainnya justru kebanjiran murid. Sebut saja sekolah negeri di Kota Kraksaan, Paiton dan Leces. (maz/drs)


COMMENTS