Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 19/08/2015 KRAKSAAN - Polemik speaker masjid yang dikemukakan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang j...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 19/08/2015
KRAKSAAN - Polemik speaker masjid yang dikemukakan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Wakil Presiden Jusuf Kalla direspon dingin Pemkab Probolinggo. Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyerahkan sepenuhnya keputusan penertiban speaker masjid itu ke DMI.
Hal itu disampaikan Kabag Kesra Pemkab Probolinggo Moh. Syarifuddin. “Itu terserah DMI kalau mau menertibkan speaker masjid, kami posisinya memantau saja,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini di Kabupaten Probolinggo tidak ada yang bermasalah. Sebab, sejauh ini tidak ada persoalan perihal speaker masjid tersebut. “Sepanjang yang kami tahu, tidak ada speaker masjid yang bermasalah. Kalau ada tentu saja ada pemberitahuan. Sebab tupoksi kami juga memberikan pembinaan pada masjid dan mushala,” jelasnya.
Sementara Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Munir Cholili mengatakan bahwa keberadaan speaker masjid adalah bagian dari syiar Islam. “Mungkin DMI menginginkan speaker masjid tidak mengganggu. Dan di Kabupaten Probolinggo selama ini tidak ada keluhan, karena dibunyikan saat panggilan shalat atau mendekati shalat saja,” ungkapnya.
Diketahui, DMI mengirimkan sejumlah personelnya untuk menertibkan speaker masjid di Indonesia. Penertiban yang dimaksud yakni dari sisi posisi dan kualitas speaker sendiri. Karena menurut DMI ada speaker yang tidak layak tapi tetap digunakan. Sehingga suara yang dimunculkan tidak merdu. (maz/drs)
Hal itu disampaikan Kabag Kesra Pemkab Probolinggo Moh. Syarifuddin. “Itu terserah DMI kalau mau menertibkan speaker masjid, kami posisinya memantau saja,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini di Kabupaten Probolinggo tidak ada yang bermasalah. Sebab, sejauh ini tidak ada persoalan perihal speaker masjid tersebut. “Sepanjang yang kami tahu, tidak ada speaker masjid yang bermasalah. Kalau ada tentu saja ada pemberitahuan. Sebab tupoksi kami juga memberikan pembinaan pada masjid dan mushala,” jelasnya.
Sementara Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Munir Cholili mengatakan bahwa keberadaan speaker masjid adalah bagian dari syiar Islam. “Mungkin DMI menginginkan speaker masjid tidak mengganggu. Dan di Kabupaten Probolinggo selama ini tidak ada keluhan, karena dibunyikan saat panggilan shalat atau mendekati shalat saja,” ungkapnya.
Diketahui, DMI mengirimkan sejumlah personelnya untuk menertibkan speaker masjid di Indonesia. Penertiban yang dimaksud yakni dari sisi posisi dan kualitas speaker sendiri. Karena menurut DMI ada speaker yang tidak layak tapi tetap digunakan. Sehingga suara yang dimunculkan tidak merdu. (maz/drs)



COMMENTS