Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 23/08/2015 KRAKSAAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengalokasikan...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 23/08/2015
KRAKSAAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengalokasikan anggaran Rp 260 juta untuk operasional distribusi air bersih. Anggaran itu berasal dari dana tidak terduga (TT) yang bersumber dari APBD 2015.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi. “Alokasi kami untuk operasional mencapai Rp 260 juta. Anggaran ratusan juta itu hanya untuk operasional selama masa kekeringan yang dijadwalkan terjadi selama enam bulan, yakni mulai Juli hingga November mendatang,” ujarnya.
Selain menggunakan anggaran dari dana TT, pihaknya juga tengah mengajukan anggaran operasional dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Sebab, diketahui masa kekeringan pada tahun ini lebih lama dari tahun lalu. Hal itu disebabkan adanya badai El Nino yang berada di sekitar laut pasifik.
Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Probolinggo telah melakukan mitigasi bencana. Diketahui, mitigasi bencana tersebut dilakukan setelah ada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatim, dimana kekeringan terjadi mulai Juli hingga November mendatang. Karena itu, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Probolinggo Nomor : 360/882/426.12/2015 mengenai status keadaan darurat bencana kekeringan.
Saat musim kemarau tiba, BPBD Kabupaten Probolinggo mulai menyiapkan antisipasi kendala kekeringan. Misalnya dengan dropping air bersih. Pasalnya, dari data yang dikeluarkan BPBD Probolinggo, terdapat 40 desa dari 11 kecamatan yang dilanda kekeringan. (maz/drs)
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi. “Alokasi kami untuk operasional mencapai Rp 260 juta. Anggaran ratusan juta itu hanya untuk operasional selama masa kekeringan yang dijadwalkan terjadi selama enam bulan, yakni mulai Juli hingga November mendatang,” ujarnya.
Selain menggunakan anggaran dari dana TT, pihaknya juga tengah mengajukan anggaran operasional dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Sebab, diketahui masa kekeringan pada tahun ini lebih lama dari tahun lalu. Hal itu disebabkan adanya badai El Nino yang berada di sekitar laut pasifik.
Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Probolinggo telah melakukan mitigasi bencana. Diketahui, mitigasi bencana tersebut dilakukan setelah ada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatim, dimana kekeringan terjadi mulai Juli hingga November mendatang. Karena itu, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Probolinggo Nomor : 360/882/426.12/2015 mengenai status keadaan darurat bencana kekeringan.
Saat musim kemarau tiba, BPBD Kabupaten Probolinggo mulai menyiapkan antisipasi kendala kekeringan. Misalnya dengan dropping air bersih. Pasalnya, dari data yang dikeluarkan BPBD Probolinggo, terdapat 40 desa dari 11 kecamatan yang dilanda kekeringan. (maz/drs)



COMMENTS