Penulis Wawan Bromo FM Rabu 26/08/2015 DRINGU – Guru harus ikhlas dan sabar dalam mengabdi demi terbentuknya tunas bangsa Indonesia...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 26/08/2015
DRINGU – Guru harus ikhlas dan sabar dalam mengabdi demi terbentuknya tunas bangsa Indonesia yang sholeh, sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia. Buah keikhlasan dan kesabaran adalah sehat jasmani dan rohani. Guru juga harus selalu bersemangat dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan mendidik anak.
Itulah pesan yang disampaikan guru TK PKK Lestari Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Wiralaras Dian Reditasari. “Untuk menjadi guru yang sukses, kuncinya harus ikhlas, sabar, telaten dan ulet. Harus banyak bicara dengan anak, harus pintar berbicara dan bercanda dengan anak. Harus bisa mengikuti segala perubahan, misal kurikulum dan peraturan yang ada,” ujar guru yang hobi memasak ini.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 31 Juli 1992 ini menjelaskan, tugas utama guru adalah mengenalkan beberapa indikator yang belum mereka kenal dan belum didapatkan dari rumah atau orang tau serta menggali bakat minat dan mengembangkan sesuai harapan.
“Kita harus sabar dan sebisa mungkin kita anggap mereka anak sendiri sehingga kita bisa memberikan kasih sayang dan perhatian yang mereka inginkan dengan tidak mengesampingkan kedisiplinan yang harus diterapkan sejak kecil kepada anak. Bukan dengan cara yang keras dengan memarahi melainkan dengan lembut dan sedikit merayu agar anak mau dan tertarik,” jelasnya.
Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Pipit Hermanto dan Ishartuti ini mengaku, memiliki pengalaman berkesan bisa mengenal anak yang berbeda tetapi bisa terkontrol dan merasa dihormati dan disegani oleh masyarakat tanpa pandang usia serta bisa menambah teman dan saudara.
“Alhamdulillah, menjadi guru TK ini saya punya kesempatan berjabat tangan, berfoto dan menerima hadiah doorprice saat upacara IGTKI dari Bupati Probolinggo,” tambahnya.
Istri Aries Andriyanto ini mengaku, senang kalau murid bisa menerima dan melaksanakan apa yang diberikan dan mendapat prestasi yang cukup memuaskan. Mereka berkembang dengan sedikit kemunculan bakatnya dan mandiri, sholeh, sehat dan ceria.
“Menjadi guru, khususnya guru TK sangat menyenangkan terkadang bisa menghilangkan duka saat ada masalah pribadi di rumah saat melihat keceriaan anak TK yang lucu dan menggemaskan. Tetapi terkadang sedih jika murid belum sepenuhnya menerima apa yang kita beri dan kurang berkembang dalam beberapa indikator harapan,” pungkasnya. (wan/drs)
Itulah pesan yang disampaikan guru TK PKK Lestari Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Wiralaras Dian Reditasari. “Untuk menjadi guru yang sukses, kuncinya harus ikhlas, sabar, telaten dan ulet. Harus banyak bicara dengan anak, harus pintar berbicara dan bercanda dengan anak. Harus bisa mengikuti segala perubahan, misal kurikulum dan peraturan yang ada,” ujar guru yang hobi memasak ini.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 31 Juli 1992 ini menjelaskan, tugas utama guru adalah mengenalkan beberapa indikator yang belum mereka kenal dan belum didapatkan dari rumah atau orang tau serta menggali bakat minat dan mengembangkan sesuai harapan.
“Kita harus sabar dan sebisa mungkin kita anggap mereka anak sendiri sehingga kita bisa memberikan kasih sayang dan perhatian yang mereka inginkan dengan tidak mengesampingkan kedisiplinan yang harus diterapkan sejak kecil kepada anak. Bukan dengan cara yang keras dengan memarahi melainkan dengan lembut dan sedikit merayu agar anak mau dan tertarik,” jelasnya.
Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Pipit Hermanto dan Ishartuti ini mengaku, memiliki pengalaman berkesan bisa mengenal anak yang berbeda tetapi bisa terkontrol dan merasa dihormati dan disegani oleh masyarakat tanpa pandang usia serta bisa menambah teman dan saudara.
“Alhamdulillah, menjadi guru TK ini saya punya kesempatan berjabat tangan, berfoto dan menerima hadiah doorprice saat upacara IGTKI dari Bupati Probolinggo,” tambahnya.
Istri Aries Andriyanto ini mengaku, senang kalau murid bisa menerima dan melaksanakan apa yang diberikan dan mendapat prestasi yang cukup memuaskan. Mereka berkembang dengan sedikit kemunculan bakatnya dan mandiri, sholeh, sehat dan ceria.
“Menjadi guru, khususnya guru TK sangat menyenangkan terkadang bisa menghilangkan duka saat ada masalah pribadi di rumah saat melihat keceriaan anak TK yang lucu dan menggemaskan. Tetapi terkadang sedih jika murid belum sepenuhnya menerima apa yang kita beri dan kurang berkembang dalam beberapa indikator harapan,” pungkasnya. (wan/drs)



COMMENTS