Penulis Dimaz Bromo FM Kamis 20/08/2015 SUMBERASIH – Ketenangan warga Desa Mentor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Senin...
Penulis Dimaz Bromo FM
Kamis 20/08/2015
SUMBERASIH – Ketenangan warga Desa Mentor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Senin (17/8) dinihari kemarin pecah. Pasalnya, dua ledakan diduga dari bom ikan meledak di rumah Suparto, 50. Banyak pihak menduga ledakan itu berkaitan dengan gelaran pilkades. Beruntung ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Suparto dikenal sebagai pendukung kades Suhud, yang terpilih saat pilkades 8 Juli lalu. “Dugaan warga demikian, karena selama tiga kali pencalonan suami saya menjadi pendukung Pak Suhud. Apalagi sekarang menang,” terang Sri Mulyati, 47, istri Suparto.
Sri menjelaskan, kejadian ledakan itu terjadi sekitar pukul 02.00. Saat itu, ia dan suaminya tengah terlelap di rumah sisi selatan. Sementara rumah yang terkena ledakan didiami oleh anak dan menantunya. Antara kedua rumah yang berada di dusun Darungan itu berdempetan. Begitu terdengar ledakan, penghuni rumah tersebut langsung ketakutan.“Saya pikir ada kiamat, soalnya selama ini tidak pernah kejadian seperti ini,” terangnya.
Ternyata ledakan tersebut sampai terdengar ke desa tetangga yakni Desa Ambulu. Sejumlah kerabat Suparto dari Ambulu yang mendengar kejadian itu langsung menuju TKP. Begitupula tetangga sekitar yang kaget dengan bunyi ledakan tersebut.
“Ledakannya sangat keras sampai ke Ambulu. Awalnya banyak yang mengira ban dum truk meletus, soalnya bunyi ledakannya sama keras. Tapi ternyata rumahnya Haji Suparto yang meledak,” terang Muhajir, kerabat Suparto. Ia juga menduga ledakan itu berasal dari bondet yang dilempar seseorang yang ada kaitannya dengan pilkades.
Akibat ledakan tersebut, atap rumah yang terbuat dari genting rusak. Dari penuturan warga, satu ledakan tepat mengenai atap rumah. Sementara ledakan lainnya berada di sisi utara rumah mengenai pepohonan. Sesaat setelah ledakan, Kapolsek Sumberasih AKP Bambang Ponco dan anggotanya mendatangi TKP.
Kapolsek langsung melaporkan kejadian ini pada Polres Probolinggo Kota. Pagi hari sekitar pukul 05.00, unit identifikasi dari Polresta tiba di TKP. Kasat Reskrim AKP Trisno Nugroho langsung memimpin olah TKP dan penyisiran. Sejumlah genting dan asbes yang rusak diamankan sebagai barang bukti untuk diteliti lebih lanjut.
Dari hasil olah TKP, diduga pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang melemparkan bahan peledak itu dari ladang jagung di sisi timur rumah korban. “Sebab, di ladang jagung ditemukan jejak dan bekas diinjaki seseorang. Jagung-jagung yang masih muda itu banyak yang patah,” terangnya.
Sejauh ini, pihaknya mengaku belum menyimpulkan apa jenis peledak yang dilemparkan. Termasuk motif peledakan tersebut. “Masih didalami, penyelidikan diambil alih Satreskrim Polresta,” katanya. “Termasuk dugaan terkait pilkades juga masih didalami,” imbuhnya.
Suparto dan menantunya yakni Rudi Husen Hermanto dimintai keterangan di Mapolresta terkait peristiwa tersebut. Ia menghimbau masyarakat untuk tetap tenang. “Kami sudah sampaikan ke masyarakat, jangan ada yang terprovokasi,” katanya. Pihak korban sendiri menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada kepolisian.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo mengaku masih menyelidiki persitiwa tersebut. “Kalau peledaknya lebih mirip petasan,” katanya. Kasat juga belum menyimpulkan motif pelemparan peledak tersebut. (maz/drs)
Suparto dikenal sebagai pendukung kades Suhud, yang terpilih saat pilkades 8 Juli lalu. “Dugaan warga demikian, karena selama tiga kali pencalonan suami saya menjadi pendukung Pak Suhud. Apalagi sekarang menang,” terang Sri Mulyati, 47, istri Suparto.
Sri menjelaskan, kejadian ledakan itu terjadi sekitar pukul 02.00. Saat itu, ia dan suaminya tengah terlelap di rumah sisi selatan. Sementara rumah yang terkena ledakan didiami oleh anak dan menantunya. Antara kedua rumah yang berada di dusun Darungan itu berdempetan. Begitu terdengar ledakan, penghuni rumah tersebut langsung ketakutan.“Saya pikir ada kiamat, soalnya selama ini tidak pernah kejadian seperti ini,” terangnya.
Ternyata ledakan tersebut sampai terdengar ke desa tetangga yakni Desa Ambulu. Sejumlah kerabat Suparto dari Ambulu yang mendengar kejadian itu langsung menuju TKP. Begitupula tetangga sekitar yang kaget dengan bunyi ledakan tersebut.
“Ledakannya sangat keras sampai ke Ambulu. Awalnya banyak yang mengira ban dum truk meletus, soalnya bunyi ledakannya sama keras. Tapi ternyata rumahnya Haji Suparto yang meledak,” terang Muhajir, kerabat Suparto. Ia juga menduga ledakan itu berasal dari bondet yang dilempar seseorang yang ada kaitannya dengan pilkades.
Akibat ledakan tersebut, atap rumah yang terbuat dari genting rusak. Dari penuturan warga, satu ledakan tepat mengenai atap rumah. Sementara ledakan lainnya berada di sisi utara rumah mengenai pepohonan. Sesaat setelah ledakan, Kapolsek Sumberasih AKP Bambang Ponco dan anggotanya mendatangi TKP.
Kapolsek langsung melaporkan kejadian ini pada Polres Probolinggo Kota. Pagi hari sekitar pukul 05.00, unit identifikasi dari Polresta tiba di TKP. Kasat Reskrim AKP Trisno Nugroho langsung memimpin olah TKP dan penyisiran. Sejumlah genting dan asbes yang rusak diamankan sebagai barang bukti untuk diteliti lebih lanjut.
Dari hasil olah TKP, diduga pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang melemparkan bahan peledak itu dari ladang jagung di sisi timur rumah korban. “Sebab, di ladang jagung ditemukan jejak dan bekas diinjaki seseorang. Jagung-jagung yang masih muda itu banyak yang patah,” terangnya.
Sejauh ini, pihaknya mengaku belum menyimpulkan apa jenis peledak yang dilemparkan. Termasuk motif peledakan tersebut. “Masih didalami, penyelidikan diambil alih Satreskrim Polresta,” katanya. “Termasuk dugaan terkait pilkades juga masih didalami,” imbuhnya.
Suparto dan menantunya yakni Rudi Husen Hermanto dimintai keterangan di Mapolresta terkait peristiwa tersebut. Ia menghimbau masyarakat untuk tetap tenang. “Kami sudah sampaikan ke masyarakat, jangan ada yang terprovokasi,” katanya. Pihak korban sendiri menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada kepolisian.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo mengaku masih menyelidiki persitiwa tersebut. “Kalau peledaknya lebih mirip petasan,” katanya. Kasat juga belum menyimpulkan motif pelemparan peledak tersebut. (maz/drs)



COMMENTS