Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 23/08/2015 KRAKSAAN – Ledakan yang terjadi dirumah pedagang sapi Suparto, warga Dusun Darungan Desa Men...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 23/08/2015
KRAKSAAN – Ledakan yang terjadi dirumah pedagang sapi Suparto, warga Dusun Darungan Desa Mentor Kecamatan Sumberasih, terus didalami Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Bahkan, polisi berencana membawa material sisa ledakan untuk diteliti di laboratorium forensik (labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya.Hal itu disampaikan Kasat Reskrim AKP Trisno Nugroho beberapa waktu lalu. “Kami belum menyimpulkan apakah ini benar bondet atau hanya sejenis petasan. Karena itu rencananya kami akan bawa ke labfor,” terangnya. Hanya saja, kepastian akan dibawa ke labfor atau tidak tergantung hasil kajian Reskrim sendiri.
“Kalau perlu maka kami bawa kesana (labfor), tapi kalau kami meyakini itu hanya petasan biasa ya tidak perlu,” terangnya. Sebab, menurut pehobi motor trail ini, ada perbedaan mendasar antara bondet dan petasan ketika meledak. Diantaranya soal sisa ledakan. “Kalau bondet atau bom ikan pasti ada sisa paku atau mesiu. Beda dengan petasan, biasanya tidak ada paku dan mesiu sedikit,” terangnya.
Selain itu efek yang ditimbulkan menurutnya lebih dahsyat bondet daripada petasan. Karena itulah, untuk memastikan apakah bunyi ledakan itu berasal dari bondet atau petasan pihaknya berencana membawa barang bukti berupa sisa material seperti kayu dan genting serta serpihan kertas ke labfor.
Terkait motif peledakan sendiri, perwira dengan tiga strip di pundaknya itu mengaku masih melakukan pendalaman. Termasuk apakah peledakan itu terkait pilkades juga belum disimpulkannya. “Tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, kami belum menyimpulkan motif pelaku apa,” jelasnya.
Sejauh ini, baru dua orang yang diperiksa oleh pihaknya. Yakni Suparto, pemilik rumah dan juga Rudi Husen Hermanto, menantunya. Rencananya ada saksi lain yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Pastinya ada saksi lain yang kami mintai keterangan. Tapi itu tunggu penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Seperti diberitakan Senin (17/8) dinihari sekitar pukul 02.00 lalu terdengar dua bunyi ledakan di rumah Suparto yang didiami anak dan menantunya. Beruntung ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa, meskipun atap rumah hancur.
Saat itu, seisi rumah tengah terlelap. Begitu terdengar ledakan, penghuni rumah tersebut langsung ketakutan. Ternyata ledakan tersebut sampai terdengar ke desa tetangga yakni Desa Ambulu. Sejumlah kerabat Suparto dari Ambulu yang mendengar kejadian itu langsung menuju TKP. Begitupula tetangga sekitar yang kaget dengan bunyi ledakan tersebut.
Pihak keluarga dan tetangga menduga ledakan itu berkaitan dengan pilkades. Sebab, Suparto dikenal sebagai pendukung kades yang terpilih pada pilkades 8 Juli lalu. Pasca ledakan, polisi tidak memasang police line karena menganggap olah TKP selesai. “Tidak kami pasang, karena sudah kami lakukan olah TKP,” jelas AKP Trisno. (maz/drs)


COMMENTS