Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 01/08/2015 KRAKSAAN - Ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan Kabupaten Probolinggo menyam...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 01/08/2015
KRAKSAAN - Ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan Kabupaten Probolinggo menyambut Muktamar ke-33 NU di Jombang dan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar dengan cara menggelar aksi long march dan teatrikal, Sabtu (1/8). Aksi ini dilakukan sebagai wujud kebersamaan menjaga kerukunan dan rasa toleransi antara ormas Islam dalam berorganisasi.
Sambil membawa poster dan berorasi di jalan, ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan menggelar aksi long march di sepanjang Jalan Panglima Sudirman dengan rute sejauh kurang lebih 2 km, di mulai dari sekolah menuju Alun-alun Kota Kraksaan.
Selain itu, aksi teatrikal juga mereka lakukan dengan menampilkan 2 sosok tokoh pendiri NU dan Muhammadiyah yang tengah melakukan musyawarah demi kemajuan bangsa dan kemaslahatan umat.
Salah seorang siswa, Faisal Afani Dwi Putra mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai contoh bagi umat Islam, untuk menjaga kerukunan dan rasa toleransi antar ormas Islam dalam berorganisasi.
Sementara itu, kepala sekolah SD Muhammadiyah Ajuslan Kerubun mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah bentuk syiar bahwa adanya dua organisasi besar di Indonesia yang tumbuh bersama-sama untuk membangun bangsa Indonesia. Dia berharap dua ormas besar Islam tersebut sama-sama dijaga untuk tidak di masuki partai politik agar terhindar dari perpecahan antara umat Islam. (maz/drs)
Sambil membawa poster dan berorasi di jalan, ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah Kreatif Kraksaan menggelar aksi long march di sepanjang Jalan Panglima Sudirman dengan rute sejauh kurang lebih 2 km, di mulai dari sekolah menuju Alun-alun Kota Kraksaan.
Selain itu, aksi teatrikal juga mereka lakukan dengan menampilkan 2 sosok tokoh pendiri NU dan Muhammadiyah yang tengah melakukan musyawarah demi kemajuan bangsa dan kemaslahatan umat.
Salah seorang siswa, Faisal Afani Dwi Putra mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai contoh bagi umat Islam, untuk menjaga kerukunan dan rasa toleransi antar ormas Islam dalam berorganisasi.
Sementara itu, kepala sekolah SD Muhammadiyah Ajuslan Kerubun mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah bentuk syiar bahwa adanya dua organisasi besar di Indonesia yang tumbuh bersama-sama untuk membangun bangsa Indonesia. Dia berharap dua ormas besar Islam tersebut sama-sama dijaga untuk tidak di masuki partai politik agar terhindar dari perpecahan antara umat Islam. (maz/drs)


COMMENTS