Penulis Dimaz Bromo FM Kamis 20/08/2015 KRAKSAAN – Memasuki pekan ketiga Agustus ini, produksi garam di Kabupaten Probolinggo masih...
Penulis Dimaz Bromo FM
Kamis 20/08/2015
KRAKSAAN – Memasuki pekan ketiga Agustus ini, produksi garam di Kabupaten Probolinggo masih cukup rendah. Jumlahnya 1.881 ton. Padahal targetnya mencapai 13.371 ton. Sehingga ada defisit sebanyak 11.489 ton yang masih harus dipenuhi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla).
Masih rendahnya produksi garam tersebut dikarenakan masa pembuatan garam masih terbilang tidak lama. Petani mulai proses produksi garam pada Juni lalu alias baru dua bulan berjalan. “Masih baru panen, makanya jumlahnya masih rendah,” kata Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kasi Pengelolaan Pesisir Laut dan Kepulauan Yasykur.
Menurut Yasykur, berdasarkan perkiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), musim hujan tahun ini akan dimulai pada November mendatang. Artinya, petani garam yang berada di lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo ini masih memiliki masa produksi kurang lebih dua bulan lagi.
“Dengan kondisi seperti itu, target yang ditetapkan Diskanla tersebut optimis bisa tercapai. Dengan cacatan tidak turun hujan hingga Desember nanti,” jelasnya.
Dari data yang berhasil dihimpun, kebutuhan garam di Kabupaten Probolinggo dari tahun ke tahun terus meningkat. Seperti pada tahun 2012 lalu, kebutuhan garam sebanyak 12.576 ton. Kebutuhan tersebut terus naik, bahkan tahun ini kebutuhan ditaksir mencapai 13.371 ton.
Kebutuhan tersebut sejauh ini masih bisa diakomodir petani garam di Kabupaten Probolinggo. Dalam empat tahun terakhir, hanya pada 2013 yang mengalami defisit produksi. Saat itu, Kabupaten Probolinggo mengalami anomali cuaca. Sehingga kegiatan produksi penggaraman berlangsung hanya 1 hingga 1,5 bulan. “Semoga tahun ini tidak sama seperti tahun 2013. Yang jelas untuk produksi garam tahun ini kami optimis bisa tercapai,” pungkasnya. (maz/drs)
Masih rendahnya produksi garam tersebut dikarenakan masa pembuatan garam masih terbilang tidak lama. Petani mulai proses produksi garam pada Juni lalu alias baru dua bulan berjalan. “Masih baru panen, makanya jumlahnya masih rendah,” kata Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kasi Pengelolaan Pesisir Laut dan Kepulauan Yasykur.
Menurut Yasykur, berdasarkan perkiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), musim hujan tahun ini akan dimulai pada November mendatang. Artinya, petani garam yang berada di lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo ini masih memiliki masa produksi kurang lebih dua bulan lagi.
“Dengan kondisi seperti itu, target yang ditetapkan Diskanla tersebut optimis bisa tercapai. Dengan cacatan tidak turun hujan hingga Desember nanti,” jelasnya.
Dari data yang berhasil dihimpun, kebutuhan garam di Kabupaten Probolinggo dari tahun ke tahun terus meningkat. Seperti pada tahun 2012 lalu, kebutuhan garam sebanyak 12.576 ton. Kebutuhan tersebut terus naik, bahkan tahun ini kebutuhan ditaksir mencapai 13.371 ton.
Kebutuhan tersebut sejauh ini masih bisa diakomodir petani garam di Kabupaten Probolinggo. Dalam empat tahun terakhir, hanya pada 2013 yang mengalami defisit produksi. Saat itu, Kabupaten Probolinggo mengalami anomali cuaca. Sehingga kegiatan produksi penggaraman berlangsung hanya 1 hingga 1,5 bulan. “Semoga tahun ini tidak sama seperti tahun 2013. Yang jelas untuk produksi garam tahun ini kami optimis bisa tercapai,” pungkasnya. (maz/drs)


COMMENTS