Penulis Dimaz Bromo FM Jumat 21/08/2015 LUMBANG - Dua bulan pasca kejadian pencurian butik baju Rosa Gallery yang ada di Jalan Raya...
Penulis Dimaz Bromo FM
Jumat 21/08/2015
LUMBANG - Dua bulan pasca kejadian pencurian butik baju Rosa Gallery yang ada di Jalan Raya Lumbang pada 19 Juni lalu, Polsek Lumbang mengaku sudah mengantongi identitas tersangka. Hanya saja, polisi menunggu momen yang tepat untuk membekuk pelaku.
Kapolsek Lumbang Iptu Mustadji mengatakan, beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku selama ini sudah diintai petugas. “Sudah kami kantongi identitasnya, pelaku juga sudah kami intai lama,” terangnya.
Mantan Kanit Tipikor Polres Probolinggo itu mengatakan, pelaku memang berprofesi sebagai pencuri. Aksinya kerap dilakukan di pasar Lumbang. “Pelaku warga sini (Lumbang). Hanya saja, kami tidak ingin gegabah. Sebab, butuh alat bukti yang cukup untuk membuat pelaku tidak bisa mengelak dari perbuatannya,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi pencurian terjadi di Desa/Kecamatan Lumbang pada Juni lalu. Sasarannya yakni, sejumlah pakaian mahal dan televisi disikat. Kerugian mencapai Rp 12 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari. Saat itu, pemilik Dolo Rosa Windayani tengah terlelap usai menjaga butik hingga pukul 20.00 malam. Korban mengaku tidak mengetahui persitiwa tersebut. Ia baru mengetahui setelah dibangunkan oleh tetangga sekitar.
Setelah diperiksa, ternyata butik yang berdiri sekitar tiga tahun lalu itu sudah berantakan. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang meninggalkan sak yang berisi celana jins. Diduga, pelaku tidak kuat membawa dan meninggalkan barang tersebut di sawah. Polisi dan warga menduga jika pelaku akan mengambil barang itu kembali ketika suasana aman.
Mustadji meyakinkan jika pelaku akan dibekuk dalam waktu dekat. “Saat ini kami mencoba memancing pelaku. Karena pelakunya lebih dari satu, ketika yang satu tertangkap, sekiranya dia juga menyebut nama pelaku lainnya,” terangnya. (maz/drs)
Kapolsek Lumbang Iptu Mustadji mengatakan, beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku selama ini sudah diintai petugas. “Sudah kami kantongi identitasnya, pelaku juga sudah kami intai lama,” terangnya.
Mantan Kanit Tipikor Polres Probolinggo itu mengatakan, pelaku memang berprofesi sebagai pencuri. Aksinya kerap dilakukan di pasar Lumbang. “Pelaku warga sini (Lumbang). Hanya saja, kami tidak ingin gegabah. Sebab, butuh alat bukti yang cukup untuk membuat pelaku tidak bisa mengelak dari perbuatannya,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi pencurian terjadi di Desa/Kecamatan Lumbang pada Juni lalu. Sasarannya yakni, sejumlah pakaian mahal dan televisi disikat. Kerugian mencapai Rp 12 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari. Saat itu, pemilik Dolo Rosa Windayani tengah terlelap usai menjaga butik hingga pukul 20.00 malam. Korban mengaku tidak mengetahui persitiwa tersebut. Ia baru mengetahui setelah dibangunkan oleh tetangga sekitar.
Setelah diperiksa, ternyata butik yang berdiri sekitar tiga tahun lalu itu sudah berantakan. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang meninggalkan sak yang berisi celana jins. Diduga, pelaku tidak kuat membawa dan meninggalkan barang tersebut di sawah. Polisi dan warga menduga jika pelaku akan mengambil barang itu kembali ketika suasana aman.
Mustadji meyakinkan jika pelaku akan dibekuk dalam waktu dekat. “Saat ini kami mencoba memancing pelaku. Karena pelakunya lebih dari satu, ketika yang satu tertangkap, sekiranya dia juga menyebut nama pelaku lainnya,” terangnya. (maz/drs)



COMMENTS