Penulis Wawan Bromo FM Senin 03/08/2015 LECES – Seorang bidan harus memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. ...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 03/08/2015
LECES – Seorang bidan harus memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka jangan malas untuk sekolah lagi, perluas wawasan tentang kebidanan dan jangan kesampingkan keluarga hanya demi pekerjaan.Itulah kunci sukses yang selalu dipegang oleh Bidan Desa Warujinggo Kecamatan Leces Dida Kawidya. “Senangi pekerjaanmu. Karena ketika kita senang berarti kita ikhlas melakukan pekerjaan kita. Apalagi profesi bidan adalah pekerjaan mulia,” ungkap alumni Stikes Kendedes Malang ini.
Saat pertama kali bertugas sebagai bidan, perempuan kelahiran Probolinggo, 16 Desember 1987 ini mengaku memiliki pengalaman yang paling berkesan. Tepatnya ketika dirinya dan dukun terjadi miss komunikasi.
“Hal itu terjadi karena kendala bahasa. Sebab saat itu saya masih baru 6 bulan menjadi bidan di desa. Sehingga menyebabkan salah diagnosa dan fatal. Beruntung Allah masih menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Sejak saat itu saya mulai niat belajar bahasa Madura. Karena awalnya saya tidak mau belajar bahasa Madura,” jelas istri Kharisma Mufti Pratama ini.
Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Mulyono dan Siti Mariam ini menjelaskan bahwa tugas bidan pada intinya adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Harapan kedepannya adalah bisa membantu masyarakat agar lebih maju cara berpikirnya. Sehingga bisa mengajari mereka supaya bisa mandiri, berjalan sendiri dan tidak dituntun.
“Agar Kabupaten Probolinggo lebih maju lagi, saya harap masyarakat jangan hanya bisa menuntut pemerintah untuk bisa memenuhi ini itu. Tapi lebih ke perbaikan diri terlebih dahulu, sadar bahwa sekolah itu penting, hidup bersih itu penting, hidup sehat itu penting. Jadi ketika kesadaran untuk menjadi lebih baik itu muncul dari diri sendiri, maka kita baru bisa bekerja sama untuk maju lebih baik dalam skala yang lebih luas,” pungkas perempuan asli Malang ini. (wan/drs)


COMMENTS