Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 15/08/2015 KRAKSAAN – Sedianya pengumuman peraih penghargaan Adipura akan diumumkan pada 17 Agustus m...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 15/08/2015
KRAKSAAN – Sedianya pengumuman peraih penghargaan Adipura akan diumumkan pada 17 Agustus mendatang. Namun, rencana itu lagi-lagi diundur hingga akhir tahun oleh pemerintah pusat. Akibat hal tersebut, Pemkab Probolinggo belum mendapat informasi apakah Kota Kraksaan mendapatkan Adipura atau tidak.
Diketahui, Kraksaan masuk kategori Kota Kecil dalam penghargaan Adipura. Adipura terakhir diraih Kraksaan pada tahun 2014 lalu, untuk penilaian tahun 2013. Pengumuman peraih waktu itu disampaikan pada Mei 2014. “Sekarang informasinya diumumkan akhir tahun,” ungkap Kepala BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi.
Menurutnya, bukan hanya Pemkab probolinggo yang menunggu hasil Adipura. Tapi seluruh daerah se-Indonesia. “Jadi, semua juga menunggu. Tidak hanya dari sini saja,” jelasnya.
Salah satu alasan yang diterima BLH dari panitia penilaian Adipura, pengumuman tersebut masih terganjal penggabungan dua kementerian di Kabinet Kerja Presiden RI Joko Widodo. Yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan. “Dampak penyatuan kementerian itu juga dirasakan di daerah. Termasuk pengumuman Adipura,” terangnya.
Meski masih belum jelas informasinya, Anggit optimis anugerah tersebut bisa dipertahankan. Salah satu indikasinya, hasil penilaian pertama dan penilaian kedua untuk Kota Kraksaan mengalami peningkatan signifikan. “Paling tidak 75 hingga 80 persen saya yakin dapat. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat Kabupaten Probolinggo Adipura bisa diterima Pemkab Probolinggo,” harapnya.
Ada beberapa obyek yang menjadi unggulan saat penilaian pertama dan kedua. Yakni obyek penilaian di TPA milik Pemkab Probolinggo di Desa Seboro Kecamatan Krejengan. “Obyek favorit kami adalah TPA, pantau satu dan pantau dua hasilnya luar biasa. Tahun ini juga ada peningkatan kondisi fisik yang ada di lapangan. Pembetonan jalan di lingkungan TPA dan pengecoran di beberapa bagian,” tegasnya.
Selain TPA, obyek penilaian yang mendapatkan nilai tinggi yakni Sumberlele Park (SL Park) di Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan. “Keindahan dan kegunaannya yang diunggulkan, banyak masyarakat yang beraktivitas di sana. Taman berfungsi dengan baik. Tidak hanya untuk olahraga di pagi hari, sore sampai malam SL Park tetap ramai. Ini yang menjadi poin tersendiri saat penilaian,” pungkasnya. (maz/drs)
Diketahui, Kraksaan masuk kategori Kota Kecil dalam penghargaan Adipura. Adipura terakhir diraih Kraksaan pada tahun 2014 lalu, untuk penilaian tahun 2013. Pengumuman peraih waktu itu disampaikan pada Mei 2014. “Sekarang informasinya diumumkan akhir tahun,” ungkap Kepala BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi.
Menurutnya, bukan hanya Pemkab probolinggo yang menunggu hasil Adipura. Tapi seluruh daerah se-Indonesia. “Jadi, semua juga menunggu. Tidak hanya dari sini saja,” jelasnya.
Salah satu alasan yang diterima BLH dari panitia penilaian Adipura, pengumuman tersebut masih terganjal penggabungan dua kementerian di Kabinet Kerja Presiden RI Joko Widodo. Yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan. “Dampak penyatuan kementerian itu juga dirasakan di daerah. Termasuk pengumuman Adipura,” terangnya.
Meski masih belum jelas informasinya, Anggit optimis anugerah tersebut bisa dipertahankan. Salah satu indikasinya, hasil penilaian pertama dan penilaian kedua untuk Kota Kraksaan mengalami peningkatan signifikan. “Paling tidak 75 hingga 80 persen saya yakin dapat. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat Kabupaten Probolinggo Adipura bisa diterima Pemkab Probolinggo,” harapnya.
Ada beberapa obyek yang menjadi unggulan saat penilaian pertama dan kedua. Yakni obyek penilaian di TPA milik Pemkab Probolinggo di Desa Seboro Kecamatan Krejengan. “Obyek favorit kami adalah TPA, pantau satu dan pantau dua hasilnya luar biasa. Tahun ini juga ada peningkatan kondisi fisik yang ada di lapangan. Pembetonan jalan di lingkungan TPA dan pengecoran di beberapa bagian,” tegasnya.
Selain TPA, obyek penilaian yang mendapatkan nilai tinggi yakni Sumberlele Park (SL Park) di Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan. “Keindahan dan kegunaannya yang diunggulkan, banyak masyarakat yang beraktivitas di sana. Taman berfungsi dengan baik. Tidak hanya untuk olahraga di pagi hari, sore sampai malam SL Park tetap ramai. Ini yang menjadi poin tersendiri saat penilaian,” pungkasnya. (maz/drs)



COMMENTS