Penulis Dimaz Bromo FM Jumat 14/08/2015 KRAKSAAN - Pedagang sapi potong di Kabupaten Probolinggo menolak kebijakan pemerintah menamba...
Penulis Dimaz Bromo FM
Jumat 14/08/2015
KRAKSAAN - Pedagang sapi potong di Kabupaten Probolinggo menolak kebijakan pemerintah menambah kuota impor sapi. Sebab, jika pasokan sapi potong impor meluas sampai ke daerah-daerah, tentu mengancam harga sapi potong lokal. Saat ini saja, harga sapi potong lokal turun 10 persen dibandingkan dua bulan sebelumnya. Suara penolakan itu terdengar dari kalangan pedagang sapi potong di pasar hewan Bucor Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo. Mereka khawatir bila pemerintah pusat sampai menambah kuota sapi impor dari Australia dan Selandia Baru. Bila itu sampai terjadi, mereka menyebutnya sebagai bencana.
Sebab, jika pasokan sapi impor meluas sampai ke daerah, bakal berimbas pada anjloknya harga sapi potong lokal. Tak terkecuali di Kabupaten Probolinggo. Saat ini saja harga sapi potong lokal mengalami penurunan. Dibandingkan harga pada dua bulan lalu, menurut para pedagang, sudah terjadi penurunan tersebut sampai 10 persen, atau antara Rp 1 – 2 juta per ekor.
Jika sapi potong impor masuk daerah, pedagang memastikan daging sapi lokal kian sepi peminat. Pasalnya tekstur daging sapi impor yang lebih empuk dengan harga lebih murah. “ Warga pasti lebih memilih daging impor daripada daging sapi lokal,” tutur Misnadi, salah satu pedagang sapi potong.
Karena itu, mereka menolak kebijakan pemerintah tersebut. “Stok masih cukup. Sapi kami di setiap pasaran jarang lakunya,” timpalnya.
Sampai Kamis (13/8) siang misalnya, stok daging sapi di sejumlah pasar di Kabupaten Probolinggo cukup melimpah. Dengan kisaran harga Rp 95.000 hingga Rp 100.000 rupiah per kilo gram.


COMMENTS