Penulis Wawan Bromo FM Minggu 30/08/2015 KRAKSAAN – Kantor Arsip Daerah (Kanarda) Kabupaten Probolinggo mencetak ulang arsip bernil...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 30/08/2015
KRAKSAAN – Kantor Arsip Daerah (Kanarda) Kabupaten Probolinggo mencetak ulang arsip bernilai sejarah dalam sebuah buku “Sejarah Singkat Kabupaten Probolinggo”. Dalam sampul buku yang dicetak ulang sebanyak 80 eksemplar itu tertulis “Direvisi & Dicetak Dalam Ejaan Yang Disempurnakan Oleh Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Probolinggo Tahun 2015/02”.
Kepala Kanarda Kabupaten Probolinggo Dwi Hartono mengatakan, cetak ulang arsip bernilai sejarah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengetahui sejarah Kabupaten Probolinggo. “Sehingga tidak perlu menulis lagi karena sudah ada bukunya,” ujarnya.
Menurut Dwi Hartono, Kanarda sengaja mencetak ulang buku tersebut karena hanya tinggal satu dan dikhawatirkan hilang seiring dengan perjalanan waktu. Tetapi masyarakat diminta tidak perlu susah-susah datang ke Kanarda untuk membaca buku tersebut. Soalnya buku itu akan diberikan kepada Kantor Perpustakaan Umum Daerah, Dinas Pendidikan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo.
“Buku ini mengupas sejarah singkat Kabupaten Probolinggo. Dengan dicetak ulang diharapkan masyarakat bisa membaca dan mengerti sejarah Kabupaten Probolinggo. Apalagi buku ini termasuk salah satu arsip bernilai sejarah,” jelasnya.
Demi menambah dokumen sejarah, Dwi Hartono meminta peran serta masyarakat untuk menyerahkan buku-buku bernilai sejarah untuk diperbanyak dan disimpan di Kanarda. “Saat ini kami memang berupaya untuk memperbanyak arsip bernilai sejarah. Tetapi upaya tersebut tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat,” pungkasnya. (wan/drs)
Kepala Kanarda Kabupaten Probolinggo Dwi Hartono mengatakan, cetak ulang arsip bernilai sejarah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengetahui sejarah Kabupaten Probolinggo. “Sehingga tidak perlu menulis lagi karena sudah ada bukunya,” ujarnya.
Menurut Dwi Hartono, Kanarda sengaja mencetak ulang buku tersebut karena hanya tinggal satu dan dikhawatirkan hilang seiring dengan perjalanan waktu. Tetapi masyarakat diminta tidak perlu susah-susah datang ke Kanarda untuk membaca buku tersebut. Soalnya buku itu akan diberikan kepada Kantor Perpustakaan Umum Daerah, Dinas Pendidikan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo.
“Buku ini mengupas sejarah singkat Kabupaten Probolinggo. Dengan dicetak ulang diharapkan masyarakat bisa membaca dan mengerti sejarah Kabupaten Probolinggo. Apalagi buku ini termasuk salah satu arsip bernilai sejarah,” jelasnya.
Demi menambah dokumen sejarah, Dwi Hartono meminta peran serta masyarakat untuk menyerahkan buku-buku bernilai sejarah untuk diperbanyak dan disimpan di Kanarda. “Saat ini kami memang berupaya untuk memperbanyak arsip bernilai sejarah. Tetapi upaya tersebut tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat,” pungkasnya. (wan/drs)



COMMENTS