Penulis Wawan Bromo FM Jumat 21/08/2015 PAITON - Sepekan terakhir harga daging ayam potong di sejumlah daerah mengalami kenaikan ha...
Penulis Wawan Bromo FM
Jumat 21/08/2015
PAITON - Sepekan terakhir harga daging ayam potong di sejumlah daerah mengalami kenaikan harga. Namun Kabupaten Probolinggo, harga daging ayam potong malah mengalami penurunan hingga Rp 3.000 per kilo gram. Tetapi anehnya, penurunan harga itu tak mampu meningkatkan penjualan. Pedagang mengaku omset penjualan turun hingga 30 persen. Sebab lapak pedagang daging ayam sepi pembeli.
Kisruh mahalnya daging sapi belum juga teratasi oleh pemerintah. Kini harga daging ayam potong ikut-ikutan meroket. Di sejumlah daerah harga daging ayam potong mengalami kenaikan. Namun, di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo harganya mengalami penurunan, seperti yang terjadi di pasar baru Paiton.
Sejak dua hari yang lalu harga daging ayam di pasar ini turun antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilo gram. Jika sebelumnya harga daging ayam mencapai Rp 34.000 hingga Rp 35.000 per kilo gram. Kini Kamis (20/8) pagi, harga ayam menjadi Rp 32.000 per kilo gram.
Menurut penuturan pedagang daging ayam Arifin, pedagang terpaksa menurunkan harga jual. Meski harga kulak ayam kepada pengepul masih sama harganya. Penurunan harga jual itu dilakukan untuk mengkatrol penjualan daging ayam. Sebab, pembeli cenderung memilih daging sapi walau harganya juga mahal. Namun upaya itu tak membuahkan hasil.
“Kalau penjualan sekarang kondisi turun hingga 30 persen. Karena daging ayam terlalu mahal oleh pembeli. Kalau sama-sama mahal mending beli daging sapi,” tuturnya.
Pedagang sejak pagi sampai siang hari, hanya sanggup menjual 250 kilo gram daging ayam. Dari jumlah itu pun terkadang masih ada sisanya. Padahal, biasanya pedagang sanggup menjual daging ayam sebanyak 300 kilo gram.
Menurut mereka, akibat mahalnya harga daging ayam banyak pembeli yang enggan berbelanja lagi. Kini, pedagang hanya mengandalkan pembeli yang sudah menjadi langganan, semisal pemilik warung, catering atau penjaja keliling.
“Biasanya 3 kuintal menjadi 2,5 kuintal. Iya pelanggan itu banyak yang pindah kalau mahal,” timpalnya.
Pedagang berharap harga daging ayam kembali ke harga seperti sebelum Ramadhan. Dimana harga daging ayam hanya dikisaran Rp 25.000 per kilo gram. Dengan begitu, daya beli masyarakat akan membaik. (maz/drs)
Kisruh mahalnya daging sapi belum juga teratasi oleh pemerintah. Kini harga daging ayam potong ikut-ikutan meroket. Di sejumlah daerah harga daging ayam potong mengalami kenaikan. Namun, di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo harganya mengalami penurunan, seperti yang terjadi di pasar baru Paiton.
Sejak dua hari yang lalu harga daging ayam di pasar ini turun antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilo gram. Jika sebelumnya harga daging ayam mencapai Rp 34.000 hingga Rp 35.000 per kilo gram. Kini Kamis (20/8) pagi, harga ayam menjadi Rp 32.000 per kilo gram.
Menurut penuturan pedagang daging ayam Arifin, pedagang terpaksa menurunkan harga jual. Meski harga kulak ayam kepada pengepul masih sama harganya. Penurunan harga jual itu dilakukan untuk mengkatrol penjualan daging ayam. Sebab, pembeli cenderung memilih daging sapi walau harganya juga mahal. Namun upaya itu tak membuahkan hasil.
“Kalau penjualan sekarang kondisi turun hingga 30 persen. Karena daging ayam terlalu mahal oleh pembeli. Kalau sama-sama mahal mending beli daging sapi,” tuturnya.
Pedagang sejak pagi sampai siang hari, hanya sanggup menjual 250 kilo gram daging ayam. Dari jumlah itu pun terkadang masih ada sisanya. Padahal, biasanya pedagang sanggup menjual daging ayam sebanyak 300 kilo gram.
Menurut mereka, akibat mahalnya harga daging ayam banyak pembeli yang enggan berbelanja lagi. Kini, pedagang hanya mengandalkan pembeli yang sudah menjadi langganan, semisal pemilik warung, catering atau penjaja keliling.
“Biasanya 3 kuintal menjadi 2,5 kuintal. Iya pelanggan itu banyak yang pindah kalau mahal,” timpalnya.
Pedagang berharap harga daging ayam kembali ke harga seperti sebelum Ramadhan. Dimana harga daging ayam hanya dikisaran Rp 25.000 per kilo gram. Dengan begitu, daya beli masyarakat akan membaik. (maz/drs)



COMMENTS