Penulis Dimaz Bromo FM Jumat 21/08/2015 DRINGU – Setiap memasuki bulan Agustus, hampir bisa dipastikan bawang merah di Kabupaten Prob...
Penulis Dimaz Bromo FM
Jumat 21/08/2015
DRINGU – Setiap memasuki bulan Agustus, hampir bisa dipastikan bawang merah di Kabupaten Probolinggo harga jualnya anjlok. Pemicunya, bulan kemerdekaan ini menjadi masa panen raya bawang merah. Stok melimpah, harga pun murah. Atas kondisi ini, Pemkab Probolinggo berupaya mencari celah pasar baru bagi komoditi bawang Probolinggo. Salah satunya dengan mengincar Kota Pontianak.
Berdasar pantauan, harga bawang merah kualitas super di pasar bawang Dringu berada di kisaran Rp 8 ribu per kilogram. Padahal, Juli lalu bawang merah super masih di kisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.
“Sekarang murah, karena panen raya. Setiap tahun sama seperti ini. Bulan Agustus, bawang merah pasti murah. Yang super saja sekarang Rp 8 ribu,” kata Hj Hotimah, salah satu pedagang di pasar bawang Dringu.
Hotimah dan pedagang lainnya berharap, ada langkah yang bisa dilakukan Pemkab Probolinggo agar anjloknya harga bawang merah ini tidak terus terjadi setiap tahun. “Barangkali pemerintah bisa memberikan solusi,” ujar Hotimah.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko membenarkan jika setiap Agustus harga bawang merah menurun. Pemkab melalui Disperindag tetap akan berupaya agar bawang merah yang dihasilkan para petani Kabupaten Probolinggo bisa dihargai lebih tinggi dari saat ini.
Salah satu upaya yang ditempuh, dalam waktu dekat Pemkab Probolinggo akan menjalin kerjasama dengan Pemkot Pontianak, Kalimantan Barat. Melalui kerjasama ini, Kota Pontianak diharapkan bisa menjadi celah pasar baru bagi komoditi bawang merah dari Kabupaten Probolinggo.
Selain itu tambah Sidik, kerjasama tersebut nantinya diharapkan bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. “Pemerintah dalam hal ini hanya memfasilitasi, dibantu dengan Bank Indonesia Cabang Malang dengan Bank Indonesia Cabang Pontianak untuk menekan angka inflasi,” jelasnya.
Saat ini, jalinan kerjasama tersebut tinggal menunggu penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemkab Probolinggo dan Pemkot Pontianak. “Semoga ini bisa menjadi solusi, agar tahun depan bawang Probolinggo saat Agustus harganya lebih baik,” ujarnya. (maz/drs)
DRINGU – Setiap memasuki bulan Agustus, hampir bisa dipastikan bawang merah di Kabupaten Probolinggo harga jualnya anjlok. Pemicunya, bulan kemerdekaan ini menjadi masa panen raya bawang merah. Stok melimpah, harga pun murah. Atas kondisi ini, Pemkab Probolinggo berupaya mencari celah pasar baru bagi komoditi bawang Probolinggo. Salah satunya dengan mengincar Kota Pontianak.
Berdasar pantauan, harga bawang merah kualitas super di pasar bawang Dringu berada di kisaran Rp 8 ribu per kilogram. Padahal, Juli lalu bawang merah super masih di kisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.
“Sekarang murah, karena panen raya. Setiap tahun sama seperti ini. Bulan Agustus, bawang merah pasti murah. Yang super saja sekarang Rp 8 ribu,” kata Hj Hotimah, salah satu pedagang di pasar bawang Dringu.
Hotimah dan pedagang lainnya berharap, ada langkah yang bisa dilakukan Pemkab Probolinggo agar anjloknya harga bawang merah ini tidak terus terjadi setiap tahun. “Barangkali pemerintah bisa memberikan solusi,” ujar Hotimah.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko membenarkan jika setiap Agustus harga bawang merah menurun. Pemkab melalui Disperindag tetap akan berupaya agar bawang merah yang dihasilkan para petani Kabupaten Probolinggo bisa dihargai lebih tinggi dari saat ini.
Salah satu upaya yang ditempuh, dalam waktu dekat Pemkab Probolinggo akan menjalin kerjasama dengan Pemkot Pontianak, Kalimantan Barat. Melalui kerjasama ini, Kota Pontianak diharapkan bisa menjadi celah pasar baru bagi komoditi bawang merah dari Kabupaten Probolinggo.
Selain itu tambah Sidik, kerjasama tersebut nantinya diharapkan bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. “Pemerintah dalam hal ini hanya memfasilitasi, dibantu dengan Bank Indonesia Cabang Malang dengan Bank Indonesia Cabang Pontianak untuk menekan angka inflasi,” jelasnya.
Saat ini, jalinan kerjasama tersebut tinggal menunggu penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemkab Probolinggo dan Pemkot Pontianak. “Semoga ini bisa menjadi solusi, agar tahun depan bawang Probolinggo saat Agustus harganya lebih baik,” ujarnya. (maz/drs)



COMMENTS