Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 29/08/2015 KRAKSAAN - Para kepala desa (kades) terpilih hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serenta...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 29/08/2015
KRAKSAAN - Para kepala desa (kades) terpilih hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak lalu segera dilantik. Sejumlah 252 kades terpilih itu dijadwalkan dilantik Kamis (10/9) mendatang. Menjelang pelantikan itu, Senin dan Selasa (24-25/8), Bagian Pemerintahan Kabupaten Probolinggo telah mendistribusikan seragam kades untuk dipakai di hari pelantikan.
Pendistribusian itu dilakukan selama dua hari dan terbagi di dua wilayah. Di hari pertama, pendistribusian seragam dilakukan di wilayah Kabupaten Probolinggo bagian barat. Sedangkan hari kedua, seragam untuk pelantikan tersebut diberikan ke wilayah Kabupaten Probolinggo bagian timur.
Pengadaan seragam bagi para kades terpilih ini bukan berasal dari dana APBD Kabupaten Probolinggo, melainkan berasal dari dana pribadi kepala desa terpilih. Masing-masing kepala desa terpilih tersebut dikenai biaya pembuatan seragam Rp 2 juta. Dengan dana tersebut, kepala desa terpilih mendapatkan Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap, dari peci hingga sepatu.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, Bagian Pemerintahan dalam hal ini hanya memfasilitasi pengadaan seragam kepala desa terpilih. Agar sesuai dengan Permendagri 80/2014 tentang penggunaan pakaian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan Kepala Desa. “Latar belakangnya seperti itu. Jadi, ketika pelantikan seragamnya sudah sama,” ujarnya.
Menurut Edy, harga iuran untuk seragam pelantikan kepela desa tersebut relatif sama dengan pelantikan kepala desa terpilih pada tahun 2013 lalu. “Relatif sama, tapi memang tidak mungkin sama persis dengan 2013. Sebab, harga kain kan tidak mungkin turun,” katanya.
Ditambahkan Edy, dana Rp 2 juta itu tidak hanya untuk membeli seragam kepala desa terpilih. Dari dana itu juga dipakai membeli seragam istri kepala desa untuk seragam PKK Kabupaten Probolinggo. Namun, untuk seragam PKK tersebut tidak dibagikan dalam waktu dekat, karena sampai saat ini masih dalam proses pembuatan. Paling tidak akhir September baru bisa didistribusikan. (maz/drs)
Pendistribusian itu dilakukan selama dua hari dan terbagi di dua wilayah. Di hari pertama, pendistribusian seragam dilakukan di wilayah Kabupaten Probolinggo bagian barat. Sedangkan hari kedua, seragam untuk pelantikan tersebut diberikan ke wilayah Kabupaten Probolinggo bagian timur.
Pengadaan seragam bagi para kades terpilih ini bukan berasal dari dana APBD Kabupaten Probolinggo, melainkan berasal dari dana pribadi kepala desa terpilih. Masing-masing kepala desa terpilih tersebut dikenai biaya pembuatan seragam Rp 2 juta. Dengan dana tersebut, kepala desa terpilih mendapatkan Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap, dari peci hingga sepatu.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, Bagian Pemerintahan dalam hal ini hanya memfasilitasi pengadaan seragam kepala desa terpilih. Agar sesuai dengan Permendagri 80/2014 tentang penggunaan pakaian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan Kepala Desa. “Latar belakangnya seperti itu. Jadi, ketika pelantikan seragamnya sudah sama,” ujarnya.
Menurut Edy, harga iuran untuk seragam pelantikan kepela desa tersebut relatif sama dengan pelantikan kepala desa terpilih pada tahun 2013 lalu. “Relatif sama, tapi memang tidak mungkin sama persis dengan 2013. Sebab, harga kain kan tidak mungkin turun,” katanya.
Ditambahkan Edy, dana Rp 2 juta itu tidak hanya untuk membeli seragam kepala desa terpilih. Dari dana itu juga dipakai membeli seragam istri kepala desa untuk seragam PKK Kabupaten Probolinggo. Namun, untuk seragam PKK tersebut tidak dibagikan dalam waktu dekat, karena sampai saat ini masih dalam proses pembuatan. Paling tidak akhir September baru bisa didistribusikan. (maz/drs)



COMMENTS