Penulis Wawan Bromo FM Senin 31/08/2015 DRINGU - Dalam rangka memperluas wawasan berpikir dan pengetahuan pembudidaya dalam bidang ...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 31/08/2015
DRINGU - Dalam rangka memperluas wawasan berpikir dan pengetahuan pembudidaya dalam bidang budidaya perikanan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) menggelar sosialisasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Selasa (25/8).
Sosialisasi yang dibuka secara resmi oleh Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi ini diikuti oleh 30 orang pembudidaya air tawar nila dan lele di Kabupaten Probolinggo. Mereka mendapatkan materi dari Diskanla Kabupaten Probolinggo dan Diskanla Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya Dedy Isfandi mengungkapkan CBIB merupakan penerapan cara pemeliharaan atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol. Pembudidaya juga bisa memberikan jaminan pangan dengan memperhatikan sanitasi pakan, obat ikan dan bahan kimia.
“Dengan demikian, ikan yang dikomsumsi aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Bagi pembudidaya yang telah menerapkan CBIB, selanjutnya dapat mengajukan sertifikasi untuk mendapatkan pengakuan berupa Sertifikat CBIB,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Budidaya Perikanan Diskanla Hari Pur Sulistiono mengatakan sosialisasi CBIB ini bertujuan meningkatkan jaminan mutu keamanan pangan hasil perikanan, terutama hasil pembudidaya ikan. “Selain itu memberikan wawasan bagi pembudidaya ikan tentang cara budidaya ikan yang baik,” ungkapnya.
Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, saat ini di Kabupaten Probolinggo terdapat 683 pembudidaya ikan air tawar. Syarat utama untuk ekspor, pembudidaya harus meningkatkan daya saing mereka. Salah satunya dengan memiliki sertifikat CBIB yang diaudit oleh Diskanla Provinsi Jawa Timur.
“Dengan sosialisasi ini harapannya pembudidaya ikan tidak hanya berorientasi pada produksi hasil saja, tetapi juga mempertimbangkan keamanan pangan produk yang dihasilkan yang akan dikonsumsi manusia,” jelasnya.
Dengan tata cara SOP (Standar Operasional Prosedur) sesuai dengan SNI jelas Ipung, maka pembudidaya akan mendapatkan sertifikat CBIB. “Sertifikat perikanan itu bukan pada produknya, tetapi proses budidayanya,” pungkasnya. (wan/drs)
Sosialisasi yang dibuka secara resmi oleh Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi ini diikuti oleh 30 orang pembudidaya air tawar nila dan lele di Kabupaten Probolinggo. Mereka mendapatkan materi dari Diskanla Kabupaten Probolinggo dan Diskanla Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya Dedy Isfandi mengungkapkan CBIB merupakan penerapan cara pemeliharaan atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol. Pembudidaya juga bisa memberikan jaminan pangan dengan memperhatikan sanitasi pakan, obat ikan dan bahan kimia.
“Dengan demikian, ikan yang dikomsumsi aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Bagi pembudidaya yang telah menerapkan CBIB, selanjutnya dapat mengajukan sertifikasi untuk mendapatkan pengakuan berupa Sertifikat CBIB,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Budidaya Perikanan Diskanla Hari Pur Sulistiono mengatakan sosialisasi CBIB ini bertujuan meningkatkan jaminan mutu keamanan pangan hasil perikanan, terutama hasil pembudidaya ikan. “Selain itu memberikan wawasan bagi pembudidaya ikan tentang cara budidaya ikan yang baik,” ungkapnya.
Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, saat ini di Kabupaten Probolinggo terdapat 683 pembudidaya ikan air tawar. Syarat utama untuk ekspor, pembudidaya harus meningkatkan daya saing mereka. Salah satunya dengan memiliki sertifikat CBIB yang diaudit oleh Diskanla Provinsi Jawa Timur.
“Dengan sosialisasi ini harapannya pembudidaya ikan tidak hanya berorientasi pada produksi hasil saja, tetapi juga mempertimbangkan keamanan pangan produk yang dihasilkan yang akan dikonsumsi manusia,” jelasnya.
Dengan tata cara SOP (Standar Operasional Prosedur) sesuai dengan SNI jelas Ipung, maka pembudidaya akan mendapatkan sertifikat CBIB. “Sertifikat perikanan itu bukan pada produknya, tetapi proses budidayanya,” pungkasnya. (wan/drs)



COMMENTS